Bacaini.ID, JEMBER – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember mendorong seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk lebih melibatkan pelaku usaha lokal dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut disampaikan saat kegiatan supervisi dan evaluasi sejumlah dapur SPPG di Kabupaten Jember, Jumat (29/5/2026). Keterlibatan UMKM lokal dinilai penting agar program MBG tidak hanya berdampak pada sektor gizi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
Staf Diskopumdag Kabupaten Jember, Anggun Nafali Khoiro, mengatakan salah satu poin penting dalam evaluasi adalah keterlibatan supplier lokal dalam penyediaan kebutuhan dapur MBG.
“Yang harus diutamakan adalah supplier dari lokal Jember. Karena program ini juga berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat di sekitar dapur SPPG,” ujarnya.
Menurut Anggun, pengelola dapur MBG diharapkan bekerja sama dengan sedikitnya 10 supplier lokal, baik dari kalangan UMKM, koperasi, maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Dari hasil supervisi terhadap tiga dapur SPPG yang dikunjungi, dua dapur disebut telah memenuhi ketentuan karena melibatkan lebih dari 10 pemasok lokal. Sementara satu dapur lainnya masih menggunakan tujuh supplier sehingga dinilai perlu melakukan penambahan mitra usaha.
“Harapannya ke depan supplier bisa diperbanyak agar dampak ekonominya semakin dirasakan masyarakat sekitar,” katanya.
Selain keterlibatan supplier lokal, Diskopumdag juga menyoroti pentingnya legalitas kelembagaan pengelola dapur MBG. Menurut Anggun, seluruh SPPG harus memiliki dokumen legalitas yang jelas, baik berbentuk yayasan maupun koperasi.
Ia menilai legalitas menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan pengelolaan program berjalan tertib dan sesuai aturan.
“Pastikan seluruh SPPG memiliki legalitas yang jelas. Selain itu, tetap mengutamakan pemberdayaan masyarakat lokal di sekitar wilayah dapur,” tegasnya.
Melalui supervisi tersebut, pemerintah daerah berharap program MBG tidak hanya berjalan baik dari sisi pelayanan gizi, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di Kabupaten Jember.(meg/ADV)




