Bacaini.ID, JEMBER – Bupati Jember, Gus Fawait, memberikan tanggapan santai terkait mengemukanya dukungan dari sejumah anggota DPRD Kabupaten Jember yang memprediksi dirinya berpeluang maju ke arena Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim). Mengapresiasi dorongan politik tersebut, ia menegaskan fokus utamanya saat ini tetap tertuju pada penyelesaian tugas dan program pembangunan di Kabupaten Jember.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Fawait usai menghadiri Rapat Paripurna di Kantor DPRD Kabupaten Jember pada Senin (14/9/2026) siang.
Menghargai Doa, Mengutamakan Kerja Realistis
Merespons aspirasi dari para legislator daerah, Gus Fawait menganggap dorongan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan doa baik. Namun, ia enggan terburu-buru terdistraksi oleh kontestasi politik tingkat provinsi.
“Semua doa baik tentu kami aminkan. Tetapi terkait pemilihan gubernur, izinkan saya fokus bekerja terlebih dahulu untuk mewujudkan program-program yang ada di Jember,” kata Gus Fawait di hadapan awak media.
Wewenang DPP Partai dan Kepatuhan Kader
Mengenai mekanisme pencalonan untuk posisi Jatim 1, Gus Fawait mengingatkan bahwa keputusan akhir berada penuh di tangan pimpinan pusat partai politik di Jakarta. Sebagai seorang kader, tugas utamanya adalah menjalankan amanah dan instruksi organisasi, apa pun bentuknya.
Gus Fawait menegaskan sikap politik dan prioritas kerjanya saat ini, yakni berpedoman pada hal berikut:
*Keputusan Sentral: Pencalonan kepala daerah tingkat provinsi merupakan domain pengurus pusat (DPP).
*Loyalitas Cadre:Menyatakan kesiapan penuh untuk ditugaskan kembali di Jember, diutus ke daerah lain, maupun tidak dicalonkan sama sekali.
*Misi Utama: Tetap mengarahkan energi untuk penanganan kemiskinan dan percepatan kesejahteraan warga lokal.
Akselerasi Pembangunan Daerah
Menutup keterangannya, Gus Fawait menegaskan bahwa seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Jember saat ini sedang terfokus pada pelaksanaan berbagai program strategis daerah. Beberapa prioritas utama yang tengah digenjot antara lain:
Pemulihan Ekonomi: Mengakselerasi pertumbuhan ekonomi warga pasca-tantangan global demi menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.
Sektor Pelayanan Dasar: Meningkatkan kualitas layanan publik dan akses kesehatan masyarakat.
Pendidikan: Memperbaiki mutu sarana dan prasarana pendidikan daerah.(meg/adv)




