Bacaini.ID, JEMBER -Di balik progres fisik revitalisasi SDN Sumberanget 01, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, dengan nilai anggaran mencapai Rp1,4 miliar, tersimpan cerita humanis dari para pekerja lokal yang menggantungkan pencaharian harian mereka di proyek tersebut.
Proyek renovasi yang meliputi enam ruang kelas, perpustakaan, serta pembangunan fasilitas UKS dan sanitasi baru ini dikerjakan oleh sekitar 20 orang tenaga kerja di bawah komando mandor proyek, Noto Mulyo. Sebagian besar pekerja merupakan warga setempat serta warga dari desa tetangga.
Mengandalkan Warga Lokal di Tengah Tantangan Musim Tembakau
Dalam pelaksanaannya, pengerjaan proyek berdurasi target 100 hari ini menghadapi dinamika tersendiri. Musim panen tembakau yang bersamaan dengan dimulainya proyek sempat menjadi tantangan dalam hal ketersediaan tenaga kerja, di mana sebagian warga biasanya memilih merantau ke Bali akibat desakan ekonomi.
Kendati demikian, sistem upah harian yang diterapkan pada proyek ini mampu menarik minat tenaga kerja lokal untuk ikut serta membangun fasilitas pendidikan di kampung halaman mereka sendiri.
Lebih Dekat dengan Keluarga: Kisah Darris
Salah satu pekerja lokal yang merasakan langsung manfaat dari adanya program ini adalah Darris, seorang pekerja paruhbaya asal Dusun Jatian.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya ia harus merantau jauh hingga ke luar pulau demi mencari nafkah, hadirnya proyek revitalisasi sekolah di desanya memberikan keleluasaan bagi Darris untuk mencari rezeki tanpa harus berlama-lama berpisah dari keluarga. Dengan sistem kerja harian yang diterapkan di lapangan, ia kini bisa bekerja sekaligus tetap dekat dengan orang-orang tercinta di rumah.
“Dulu sering kerja ke Bali, tapi semenjak ada program revitalisasi ini jadi tidak perlu jauh-jauh ke luar pulau dan bisa lebih dekat dengan keluarga,” ujar Darris.
Melalui sinergi antara pihak sekolah, komite, masyarakat, serta para pekerja lokal seperti Darris, pengerjaan fisik dengan target tiga bulan ini diharapkan dapat berjalan lancar agar para siswa dapat segera kembali menempati gedung sekolah yang aman, nyaman, dan representatif. (meg/adv)




