• Login
  • Register
Bacaini.id
Wednesday, December 10, 2025
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
Bacaini.id

Di Gumukmas, Gus Fawait Dorong Kader Posyandu Jadi Penggerak Utama Penanganan AKI-AKB dan Stunting

ditulis oleh Redaksi
3 November 2025 15:22
Durasi baca: 2 menit
Di Gumukmas, Gus Fawait Dorong Kader Posyandu Jadi Penggerak Utama Penanganan AKI-AKB dan Stunting

Bupati Fawait saat pertemuan dengan kader Posyandu di Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas

Bacaini.ID, JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan pentingnya peran kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar. Melalui penguatan program UHC dan kanal pengaduan Wadul Gus’e, ia mendorong para kader untuk lebih aktif mengawal persoalan AKI-AKB dan stunting di tingkat desa.

Dalam kunjungan kerjanya di Kantor Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Senin (3/11/2025), Gus Fawait bertemu langsung dengan ratusan kader posyandu. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari agenda “Gus’e Menyapa”, wadah pemerintah menjaring masukan dari masyarakat akar rumput.

“Saya ingin mendengar langsung dari panjenengan semua. Kalau usulan itu datang dari kader posyandu, berarti itu persoalan nyata yang ditemui di lapangan, bukan kepentingan kelompok tertentu,” ujar Fawait.

Menurutnya, tugas kader posyandu tidak hanya sekadar menjalankan rutinitas pelayanan, tetapi merupakan bentuk pengabdian terhadap negara. Ia menyebut tingginya angka kematian ibu dan bayi serta masih adanya kasus stunting sebagai tantangan besar yang membutuhkan peran aktif para kader.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Jember telah memaksimalkan dukungan layanan kesehatan melalui UHC yang memberikan pengobatan gratis bagi seluruh warga. Namun, keberhasilan program tersebut tetap sangat bergantung pada pengawasan dan pendampingan kader di lapangan.

“Pengobatan gratis sudah ada, tapi butuh panjenengan semua untuk memastikan layanan itu benar-benar sampai ke masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Fawait juga menyampaikan rencana peningkatan insentif bagi kader posyandu dan tenaga kesehatan pada tahun 2026. Namun ia menekankan bahwa kebijakan tersebut harus mempertimbangkan kondisi fiskal daerah.

“Kesejahteraan nakes tidak mungkin kami abaikan, hanya saja harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Kami mohon waktu,” katanya.

Selain memperkuat peran kader dalam pelayanan kesehatan, Fawait mendorong mereka untuk aktif mengawasi layanan publik di tingkat desa dan kelurahan.

Kanal Wadul Gus’e menurutnya bisa dimanfaatkan untuk melaporkan warga yang membutuhkan layanan kesehatan atau menemukan pelayanan publik yang tidak sesuai standar.

“UHC dan Wadul Gus’e ini saling melengkapi. Kader bisa mengadukan jika ada warga yang butuh pengobatan gratis atau ada pelayanan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Menutup pertemuan, Fawait berpesan agar para kader terus menjaga komitmen dan kepercayaan masyarakat.

“Saya titip Jember. Bantu saya membangun Jember Baru, Jember Maju,” ujarnya.

Penulis             : Mega

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bupatifawaitgusJember
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Dana Korupsi KONI Kota Kediri Dikembalikan ke Kas Daerah

Dana Korupsi KONI Kota Kediri Dikembalikan ke Kas Daerah

Presiden Ancam Copot Direksi BUMN Yang Malas Kerja dan Terlibat Kasus Hukum

Respon Presiden Prabowo Terkait Kebakaran Gedung Terra Drone

Momen Gus Kautsar Ploso Kritik Ketua PBNU Gus Ulil Soal Tambang

Momen Gus Kautsar Ploso Kritik Ketua PBNU Gus Ulil Soal Tambang

  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resep Semur Warisan Kelas Sosial Makmur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rambut Gondrong Jadi Ciri Khas Lelaki Nusantara, Kolonial yang Beri Stigma Negatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Rembang Hapus TPP, Nilai yang Diterima ASN Bikin Ngiler

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist