Poin Penting:
- Ancaman penutupan: Dapur MBG yang tidak melakukan upgrading disebut berpotensi ditutup permanen pada 2027, menurut Ketua DPW HMD Gemas Jawa Timur, Bayu Perkasa.
- Standardisasi dan HACCP: Seminar di Jombang digelar untuk meningkatkan pemahaman pengelola dapur tentang keamanan pangan dan persiapan sertifikasi HACCP.
- Kualitas makanan: Standardisasi diharapkan membantu pengelola menjaga kualitas dan keamanan makanan bagi penerima manfaat program MBG.
Bacaini.ID, JOMBANG — Ada peningkatan standarisasi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2027. Semua dapur MBG yang tidak melakukan upgrading akan ditutup permanen. Keterangan soal standarisasi dapur MBG tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) HMD Gemas Jawa Timur, Bayu Perkasa.
Dapur MBG yang telah mengikuti tahapan awareness dan memenuhi standardisasi MBG 2027 akan mendapatkan penetapan penerima manfaat secara resmi. “Yang tidak melakukan upgrading, akan dihapus dapurnya atau ditutup secara permanen. Itu infonya,” kata Bayu di sela acara Seminar Awareness Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) di Jombang Kamis (15/10/2026).
Acara seminar diikuti oleh sejumlah kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang. Acara bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai standar keamanan pangan dan persiapan sertifikasi HACCP melalui Sucofindo.
Menurut Bayu, kegiatan yang digelar bagian dari upaya menindaklanjuti arahan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait standardisasi dapur penyedia makanan dalam program MBG. Seminar awareness HACCP menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan pemahaman pengelola dapur terhadap standar yang perlu dipenuhi.
“Karena kami diberikan tugas khusus oleh BGN untuk mengawal program MBG di Jawa Timur, maka HMD Gemas Jawa Timur melakukan apa yang diperintahkan BGN, yaitu standardisasi dapur,” ujar Bayu.
HMD Gemas berharap pengelola dapur MBG semakin memahami pentingnya keamanan pangan dan standardisasi, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan sesuai ketentuan serta menjaga kualitas makanan bagi para penerima manfaat
Ketua Himpunan Mitra Dapur (HMD) Generasi Emas (Gemas) Jombang, Haji Rodly menambahkan, penerapan standar keamanan pangan diperlukan untuk menjaga kualitas makanan yang diproduksi dapur MBG. “Untuk kesehatan pangan. Jadi, diharapkan dapur ini sesuai dengan yang diharapkan oleh BGN (Badan Gizi Nasional) dan hasil masakannya itu bagus semua,” kata Rodly.
Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam pengelolaan dapur sehingga kualitas dan keamanan makanan yang disajikan kepada penerima manfaat semakin terjaga. (sya/sa)




