Bacaini.ID, TULUNGAGUNG – Cuaca ekstrem mengamuk di Kabupaten Tulungagung. Dalam kurun waktu 3 hari terakhir, rangkaian bencana hidrometeorologi berupa banjir lumpur, angin puting beliung, hingga tanah longsor melanda sejumlah wilayah dan menyebabkan kerugian material ditaksir mencapai Rp600 juta.
Catatan BPBD Tulungagung menyebut telah terjadi 8 musibah banjir di wilayah Kecamatan Campurdarat, Besuki, Kalidawir dan Pucanglaban. Banjir yang disertai lumpur.
Bersama banjir, wilayah Sumbergempol dan wilayah kota diterjang angin puting beliung yang menumbangkan pepohonan. Juga tanah longsor di Kalidawir.
“Itu akibat dari hujan deras dan angin kencang yang terjadi 2-3 hari kemarin itu. Kalau yang terparah terjadi di Pucanglaban di Dusun Dlodo, Desa Panggungkalak,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung Teguh Abianto kepada wartawan.
Baca Juga: Ancaman Bencana Hidrometeorologi di Tulungagung?, Bupati: Sudah Siap!
Teguh memperkirakan kerugian material akibat bencana hidrometeorologi mencapai 600 juta lebih. Langkah awal BPBD adalah melakukan pembersihan material di lokasi.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak. Hanya saja BPBD tidak menyebut rincian berapa warga yang menerima bantuan.
“Asassemen juga akan dilakukan untuk memberikan bantuan genteng dan asbes untuk rumah-rumah yang mengalami kerusakan,” pungkasnya.
Penulis: Fikri
Editor: Solichan Arif





