• Login
Bacaini.id
Wednesday, February 11, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Cerita Soeharto Saat Diminta Berhenti Nyapres

ditulis oleh Editor
30 July 2025 20:12
Durasi baca: 3 menit
soeharto kerahkan pejuang

Soeharto dalam peristiwa 1 maret 1949 pernah bikin Jenderal Belanda melongo (foto/ist)

Bacaini.ID, BLITAR – Pertemuan kecil jelang Pemilihan Umum 1988 itu berlangsung di Jalan Cendana Jakarta Pusat.

Benny Moerdani, Sudharmono, serta Yoga Sugomo, kepala badan koordinasi intelijen negara (Bakin), berada dalam satu ruangan dengan Presiden Soeharto.

Umur Soeharto sudah 67 tahun. Sudah 22 tahun jadi penguasa tertinggi rezim Orde Baru. Ditakuti sekaligus disegani lawan maupun kawan politik.

Jenderal Yoga Sugomo tidak ingin Soeharto kembali nyapres di Pemilu 1988. Ia khawatir Soeharto akan jenuh dan lelah.

Ia menyatakan siap mendukung dan mengamankan siapapun kader yang ditunjuk sebagai pengganti Soeharto.

Suasana sontak tegang. Pernyataan Yoga langsung disanggah. Jenderal Soeharto harus maju kembali dalam Pemilu 1988. Di ruangan itu Soeharto mengunci mulut.

“Sementara Pak Harto (Soeharto) terlihat lebih banyak diam dan tidak mengambil sikap,” demikian dikutip dari buku Jenderal Yoga Loyalis di Balik Layar (2018).

Jenderal Yoga dan Soeharto memiliki hubungan yang dekat. Bukan sekedar bawahan dengan atasan atau teman sejawat.

Bagi Soeharto, Jenderal Yoga Sugomo adalah seorang sahabat sejati, bahkan sudah seperti saudara, sedulur sinorowedi.

Sama hubungannya dengan Ali Moertopo. Yoga melihat Soeharto telah melewati periode kekuasaan 1983-1988 dengan baik.

Yoga menilai periode 1983-1988 merupakan puncak keemasan kekuasaan Presiden Soeharto.

“Sesudah itu dikhawatirkan akan melemah,” demikian dikutip dari buku Jenderal Yoga Loyalis di Balik Layar.

Di ruangan itu Yoga menyampaikan sejumlah alasan Soeharto waktunya lengser meletakkan kekuasaan dengan baik-baik. Tidak perlu nyapres lagi.

Hasil analisa intelijen, sumber dan jaringan informasi Soeharto semakin menyempit. Pada sisi lain bisnis keluarga dan anak-anak Soeharto makin besar.

Rawan jadi sasaran tembak lawan-lawan politik. Yoga ingin melihat Soeharto menikmati masa tua dengan baik.

Situasi tegang, diwarnai pro kontra itu disaksikan Ibu Tien Soeharto yang kebetulan melintasi ruang pertemuan.

Ibu Tien Soeharto diam-diam mengamati dan memberi isyarat yang cenderung mendukung pikiran Jenderal Yoga.

Sementara Sudharmono dan Benny Moerdani tetap kukuh menyanggah pendapat Yoga. Soeharto pada akhirnya juga menolak usulan Jenderal Yoga.

Pada Pemilu 1988 Soeharto kembali mencalonkan diri sebagai Presiden RI dan kembali terpilih. Sudharmono dilantik sebagai wakil presiden.

Sejak itu hubungan Yoga dengan Soeharto dan Benny Moerdani berubah dingin. Jabatan Yoga sebagai Kepala Bakin tetap dipertahankan.

Pada Juni 1989 Jenderal Yoga menyatakan mundur dan memilih pensiun. Pada 21 Mei 1998 atau 10 tahun kemudian, yang dikhawatirkan Jenderal Yoga terbukti.

Soeharto dipaksa lengser dan berakhirlah kekuasaan Orde Baru.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bacaini.idcerita soehartonyaprespemiluPresiden Soehartosoeharto
Advertisement Banner

Comments 2

  1. Pingback: Bantuan Beras AS Pulihkan Hubungan Diplomatik Indonesia - Bacaini.id
  2. Pingback: Akhir Agustus Soeharto Baru Tahu Indonesia telah Merdeka - Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Tanaman hias gantung menghiasi teras rumah sebagai tradisi mempercantik rumah jelang Ramadhan

Tradisi Percantik Rumah Jelang Ramadhan, Ini 4 Tanaman Gantung Paling Digemari

Sidang vonis kasus penganiayaan guru oleh suami anggota DPRD Trenggalek di Pengadilan Negeri Trenggalek

Suami DPRD Arogan Penganiaya Guru di Trenggalek Divonis 6 Bulan Penjara 

Puluhan siswa SD di Tulungagung dirawat akibat keracunan massal menu MBG

‘Tumbal’ MBG Kembali Berjatuhan, 24 Siswa SD di Tulungagung Keracunan Massal

  • Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

    Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramalan Shio Hari Ini 5 Februari 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In