Bacaini.id, KEDIRI – Menempati rumah berhantu tentu bukan keinginan siapapun. Apalagi jika hantu tersebut sering mengganggu penghuni rumah.
Kisah seram ini disampaikan Nina (bukan nama sebenarnya), seorang istri pegawai negeri yang mengikuti suaminya berpindah-pindah tempat. Sebagai istri aparatur negara, sudah menjadi kewajiban Nina untuk mengikuti kemanapun suaminya bertugas. Termasuk saat dipindah tugaskan ke Kota Kediri.
“Kami diberi fasilitas untuk menyewa tempat tinggal. Setelah berputar-putar di Kediri, kami memilih sebuah rumah di salah satu perumahan di Kecamatan Mojoroto,” kata Nina kepada Bacaini.id, Kamis, 7 April 2022.
Menurut Nina rumah yang dia tempati cukup lama tidak terpakai. Bahkan banner tulisan ‘dikontrakkan’ yang terpajang di pagar sudah kumal dan berdebu. Nina sebenarnya tidak menyukai rumah itu. Selain terlihat kusam, rumah itu berada di tempat yang kurang strategis.
“Samping kiri kanannya rumah kosong dan mangkrak. Depannya persis gudang perumahan yang gelap,” kata Nina.
Meski sempat menolak, suaminya ngotot untuk mengambil rumah itu. Dia berdalih lokasi rumah itu cukup dekat dengan instansi tempatnya bekerja. Karenanya dia meyakinkan Nina untuk mau tinggal di rumah tersebut. “Sudahlah dicoba dulu,” katanya kepada Nina.
Sebelum memasukkan barang-barang ke sana, Nina meminta jasa satpam perumahan untuk membersihkan rumah. Sebab seluruh rumah hampir dipenuhi sarang laba-laba. Meski bukan bangunan tua, rumah itu terlihat sangat usang karena lama tak ditempati.
Rumah tersebut memiliki tiga kamar tidur, ruang tamu, garasi, dan dapur terpisah. Nina dan suaminya menempati kamar paling depan sebagai kamar tidur utama. Pasangan ini meninggalkan anak-anak mereka bersama neneknya karena tak mau pindah sekolah. Sehingga hari-hari dilalui Nina sendirian saat ditinggal suaminya bekerja.
Saat pertama kali memasuki rumah itu, seorang tetangga sempat menyapanya. Usai berkenalan, tetangga itu memberikan saran kepada Nina agar menggelar selamatan kecil-kecilan sebelum ditempati. Namun usul itu tak direspon suaminya yang tetap meminta Nina untuk tenang.
Minggu pertama tinggal di rumah itu tak ada kejadian aneh. Nina bahkan mulai terbiasa ditinggalkan suaminya pulang malam. Hanya saja sebelum Maghrib, Nina sudah menyalakan seluruh lampu rumah.
Beberapa ruangan yang gelap juga dipasang penerangan. Nina sengaja memilih lampu dengan watt besar agar mengubah suasana rumahnya menjadi terang.
Namun anehnya, setiap kali bertemu tetangga, mereka selalu menyarankan untuk memasang lampu penerangan di depan rumah. “Menurut mereka rumah saya terlihat suram, padahal sudah saya pasang lampu terang sekali,” kata Nina.
Meski sempat berpikir, namun Nina tak terlalu menghiraukan. Apalagi dia dan suaminya mulai merasa nyaman tinggal di sana.
Kasak-kusuk tetangga tentang rumahnya mulai terasa saat memasuki bulan kedua. Nina mulai merasakan situasi yang berbeda. Beberapa keanehan kecil yang sempat diacuhkan makin menjadi.
“Sering terdengar suara benda-benda berjatuhan di dapur saat malam hari. Awalnya saya kira tikus. Tapi setelah diperiksa tak ada satupun benda yang jatuh,” kata Nina.
Dia mulai cemas. Belum lagi suara misterius yang memanggil namanya pada malam hari. Serta cerita tetangga tentang perempuan yang terlihat keluar masuk rumahnya.
“Tetangga sering melihat ada perempuan keluar masuk di teras dan ruang tamu, padahal tidak ada siapa-siapa selain saya,” kata Nina.
Nina yang mulai ketakutan meminta suaminya untuk melakukan sesuatu. Hingga diputuskan memanggil orang pintar ke rumah mereka. Menurut orang tersebut, rumah itu memang dipenuhi makhluk halus yang jahil. Mereka sedang berupaya dipindahkan agar keluar dari rumah yang disewa Nina.
Orang tersebut meminta waktu beberapa hari. Sebab tak mudah meminta makhluk itu pergi karena sudah lama menempati rumah itu.
Untuk mengurangi ketakutannya, Nina kerap menginap di rumah temannya saat suaminya harus menjalankan dinas luar kota. Dia baru kembali setelah dijemput suaminya pulang ke kontrakan.
Saat ditinggal suaminya bekerja, Nina menyibukkan diri dengan memasak dan menonton TV. Seperti sore itu, Nina memasak makanan kesukaan suaminya di dapur.
Dari tempatnya memasak, dia mendengar suara pintu pagar dibuka. Nina melihat jam, pukul 19.00 WIB. Pas jam suaminya pulang kerja.
Nina menengok sebentar keluar dan melihat suaminya masuk dengan kondisi lesu. Wajahnya sedikit pucat. “Sakit to Pak?” tanya Nina.
Suaminya tak menjawab, hanya mengangguk kecil dan langsung masuk ke dalam rumah. Dari dapur Nina melihat suaminya masuk ke kamar.
Menduga suaminya sedang sakit, Nina buru-buru menyelesaikan masaknya. Dia menyusul ke dalam kamar dan melihat suaminya sudah berganti pakaian rumah dan tidur di tempat tidur.
Nina membiarkannya tidur. Beberapa saat kemudian di juga menyusul berbaring di sebelahnya. Hingga tak sadar tiba-tiba ikut terlelap.
Belum lama Nina tertidur, terdengar suara pagar rumahnya dibuka. Nina bergegas keluar untuk melihat siapa yang bertamu malam-malam. Dia melihat suaminya masuk ke dalam rumah sambil mengenakan seragam.
Spontan Nina membuka pintu dan menyambut suaminya. “Kok pulang malam, apa lemburan?” tanya Nina.
Namun belum sempat suaminya menjawab, Nina buru-buru berteriak histeris “Asthagfirullah”.
Suaminya kaget. Nina berlari ke dalam kamarnya. Ranjang itu kosong. Tidak ada siapa-siapa di sana. Nina syok. Malam itu juga dia mengajak suaminya angkat kaki dari rumah itu.
Penulis: HTW
Tonton video: