Poin Penting:
- Demo dibatalkan: Aksi kepala desa dan perangkat desa se-Kabupaten Blitar yang dijadwalkan 21 Oktober 2026 ditunda tanpa batas waktu yang ditentukan.
- ADD dijanjikan naik: Bupati Rijanto disebut menjanjikan ADD 2027 sebesar Rp144 miliar, meningkat dari alokasi Rp131 miliar dalam RAPBD.
- Kesepakatan dipertanyakan: Wakil Ketua PKDI Bagas mengaku tidak terlibat dalam negosiasi dan tidak mengetahui alasan munculnya kesepakatan tersebut
Bacaini.ID, BLITAR – Rencana demonstrasi besar-besaran kepala desa dan perangkat desa se-Kabupaten Blitar batal digelar pada Rabu (21/10/2026). Keputusan tersebut diumumkan setelah para pimpinan organisasi desa bertemu Bupati Blitar Rijanto dan memperoleh janji kenaikan Alokasi Dana Desa (ADD) atau ADD Blitar 2027 menjadi Rp144 miliar.
Dalam RAPBD 2027, ADD Kabupaten Blitar sebelumnya dialokasikan Rp131 miliar. Bupati Rijanto disebut menjanjikan kenaikan ADD Rp144 miliar, kembali ke nominal 2025. Sementara itu, Wakil Ketua PKDI Tugas Nanggolo Yudo Dili Prasetiono alias Bagas mengaku tidak terlibat dalam negosiasi dan tidak mengetahui kesepakatan tersebut.
Rencana demo kades dan perangkat desa se- Kabupaten Blitar diketahui digerakkan oleh PKDI, PPDI, Abpednas, dan Forsekdesi. Rencananya berlangsung Rabu ini (21/10/2026). Pemberitahuan telah dilayangkan resmi ke kepolisian. Informasi demo dengan ‘ancaman’ mengepung kantor bupati dan DPRD telah menyebar di berbagai platform media sosial. Para camat dan dinas terkait juga diultimatum untuk tidak menggembosi.
Dalam rekaman video yang diterima Bacaini.id Selasa malam (20/10/2026), Ketua PKDI Rudi Puryono mengumumkan bahwa demo kepala desa dan perangkat desa se-Kabupaten Blitar batal dilaksanakan dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Ia beralasan, pertemuannya dengan bupati dan ketua DPRD telah membuahkan hasil.
Di depan dirinya dan tiga ketua organisasi kades serta perangkat desa lainnya, Bupati Rijanto berjanji memenuhi tuntutan kades, yakni menaikkan ADD tahun 2027 dari sebelumnya dialokasikan di RAPBD 2027 Rp131 miliar menjadi Rp144 miliar. Nilai yang kembali sama dengan ADD 2025.
Juga disampaikan lisan, kekurangan tahun 2026, yakni nilai ADD yang diterima Rp136 miliar, akan dilunasi pada PAK APBD 2027. Dengan hasil pertemuan tersebut, Rudi yang juga Kepala Desa Karanggondang Kecamatan Udanawu menegaskan demo batal dilaksanakan. Ia meminta seluruh kades dan perangkat desa untuk kembali bekerja sesuai tupoksi masing-masing.
“Mohon dengan hormat. Sekali lagi mohon dengan hormat. Besok kita melakukan penundaan kegiatan aksi dalam batas waktu yang tidak ditentukan,” kata Rudi Puryono yang juga diketahui aktif di KONI Kabupaten Blitar.
Wakil Ketua PKDI Mengaku Tidak Tahu Kesepakatan
Tugas Nanggolo Yudo Dili Prasetiono, Wakil Ketua PKDI membenarkan adanya pertemuan antara para ketua organisasi kades dan perangkat desa dengan Bupati Blitar dan Ketua DPRD. Namun dirinya mengaku tidak terlibat dalam negosiasi. Karenanya tidak tahu adanya kesepakatan tersebut.
“Saya tidak tahu kenapa ada kesepakatan seperti itu. Saya tidak terlibat dalam negoisasi,” ujarnya singkat kepada awak media.
Tugas Nanggolo Yudo Dili Prasetiono alias Bagas merupakan kepala desa Karangsono. Sejak awal diketahui paling bersikap tegas terkait digelarnya demonstrasi kepala desa dan perangkat desa se-Kabupaten Blitar. Bagas diketahui juga sempat membuat video yang isinya mengultimatum para camat untuk tidak menggembosi aksi. (sa/edt)




