Bacaini.ID, KEDIRI – Presiden Prabowo Subianto menyentil kelompok terdidik, bahkan profesor, yang mengejek program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak akan berlangsung lama. Hal ini memicu diskusi tentang seberapa besar manfaat program ini bagi masyarakat Indonesia.
Sejumlah analisa menyebut bahwa program MBG memberikan dampak positif secara nyata, baik bagi kesejahteraan masyarakat maupun bagi perekonomian nasional. Indikator yang disampaikan sebagai berikut:
Fondasi Pemerataan dan Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan pangan, tetapi salah satu pilar penting strategi pembangunan nasional. Ia menyebut MBG berada pada inti konsep “Sumitronomics”, yakni tiga pilar kebijakan ekonomi yang terdiri atas pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan, dan stabilitas sosial politik. Tanpa pemerataan yang kuat, menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi tidak dapat berkelanjutan.
Baca juga:
- Prabowo Kritik Kelompok Terdidik yang Ejek Program MBG
- Purbaya Tegaskan Tanpa MBG Target Pertumbuhan Ekonomi Sulit Tercapai
Pemerintah mencatat bahwa setelah September 2025, percepatan belanja fiskal dan stabilisasi pertumbuhan kredit ikut menguatkan mesin ekonomi, yang sebelumnya sempat terganggu akibat demonstrasi dan gejolak sosial. Dalam konteks tersebut, keberadaan MBG berfungsi sebagai penyangga stabilitas sosial yang berdampak langsung terhadap sentimen ekonomi masyarakat.
Mengurangi Ketimpangan dan Meningkatkan Akses Gizi
Program MBG menarget kelompok paling rentan terhadap kelaparan dan gizi buruk. Dengan distribusi makanan bergizi secara rutin, anak-anak sekolah, ibu hamil, dan lansia mendapatkan akses nutrisi yang lebih baik. Prabowo sebelumnya menekankan bahwa langkah ini telah diterapkan puluhan negara sebagai cara efektif menekan angka stunting, sebuah strategi yang terbukti berhasil secara global.
Dampak Ekonomi di Tingkat Lokal
Berbagai laporan juga menunjukkan bahwa MBG memicu dampak ekonomi di daerah. Permintaan terhadap bahan pangan lokal meningkat, menciptakan peluang bagi petani, produsen makanan rumahan, serta pemasok logistik di tingkat desa dan kota. Analisis dari berbagai sumber menyebut bahwa keberadaan MBG bahkan memicu penciptaan lapangan kerja baru di sektor penyediaan pangan dan distribusi.
Meningkatkan Kualitas SDM untuk Jangka Panjang
Dengan perbaikan pemenuhan gizi sejak dini, pemerintah berharap generasi muda tumbuh lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih produktif—suatu investasi SDM yang efeknya tidak hanya terasa hari ini, tetapi beberapa dekade mendatang. Prinsip ini sejalan dengan praktik internasional di negara-negara yang telah mengintegrasikan program makan gratis dalam kebijakan sosial mereka.
Meski menuai kritik dari sebagian akademisi dan kelompok terdidik, pemerintah menilai Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan fundamental yang bukan hanya menyasar pengentasan stunting, tetapi juga menjadi strategi besar membangun fondasi perekonomian yang inklusif dan tahan guncangan.
Dukungan terhadap pemerataan gizi, peningkatan kualitas SDM, serta efek pengganda ekonomi di daerah menunjukkan bahwa MBG memiliki dimensi manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar pemberian makanan gratis.
Penulis: Hari Tri Wasono





