• Login
Bacaini.id
Tuesday, November 3, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Benahi Soal Bansos, Mas Dhito Sebut Perlu Pendataan Bottom Up Libatkan RT

ditulis oleh Hari Tri Wasono
2 November 2026 18:31
Durasi baca: 2 menit
Reporter: Hari Tri Wasono | Editor: Editor

Bacaini.ID, KEDIRI – Persoalan perubahan data desil yang tidak sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kediri.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta data kemiskinan di Kabupaten Kediri dibenahi. Harapannya supaya penyaluran program bantuan sosial (bansos) benar-benar bisa diterima masyarakat yang berhak.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah mulai dari sosialisasi bagi masyarakat dalam melakukan pembenahan desil hingga menggenjot aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Tercatat hingga 28 Oktober 2026 sudah ada 54.605 orang telah melakukan aktivasi IKD. Kegiatan yang masih berjalan ini menjadi bagian dalam upaya membangun sistem perlindungan sosial (Perlinsos) secara digital.

“Bahwa sekarang dilakukan pendataan kependudukan secara digital, (tapi) untuk memperbaiki ketepatan bantuan sosial dan sebagainya itu tidak bisa dilakukan oleh Dinas Dukcapil sendiri,” kata Mas Dhito.

Kegiatan percepatan aktivasi IKD ini diiringi dengan penyiapan agen Perlinsos. Setidaknya sudah ada lebih dari 5000 orang telah terdaftar sebagai agen Perlinsos.

Keterlibatan agen Perlinsos ini membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut serta mengusulkan warga yang benar-benar membutuhkan bansos.

Menurut Mas Dhito konsep pendataan bansos harus bergerak dari bawah (bottom up). Hanya saja, pihaknya mengingatkan prosesnya harus benar-benar sesuai dengan kondisi riil, bukan atas dasar like and dislike atau suka dan tidak suka.

Untuk itu, dalam hal ini Mas Dhito melihat perlu juga adanya peran serta Ketua Rukun Tetangga (RT) yang mengetahui kondisi ekonomi warganya.

“Saya berharap RT/RW ini bisa membantu kami melakukan koreksi bantuan sosial yang mana saat ini banyak juga desil yang tertukar,” tandasnya.

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Jalur Trenggalek-Ponorogo di kawasan perbukitan yang rawan longsor saat musim penghujan

Jalur Trenggalek-Ponorogo KM 16-20 Rawan Longsor, Pengendara Diminta Waspada

Sayur blendrang dan rendang masakan berbumbu yang terasa lebih sedap setelah dipanaskan kembali

Sayur Blendrang dan Rendang, Mengapa Makin Enak Setelah Dipanaskan Berulang?

Pelatihan membuat bolen di dapur Bacaini.Id

Belajar Baking di Dapur Profesional, Siswa SMK PGRI 2 Kediri Praktik Membuat Bolen di Bacaini.ID

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In