• Login
Bacaini.id
Sunday, March 8, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Begini Cara Aktivis Kenang Kematian Salim Kancil

ditulis oleh
22 November 2020 18:06
Durasi baca: 1 menit
Diskusi pelestarian lingkungan bersama Guru Besar Universitas Brawijaya Malang, Prof. Lukman Hakim dalam Peringatan Hari Pohon Sedunia di Lumajang. (Foto: Bacaini/Moh Badar Risqullah)

Diskusi pelestarian lingkungan bersama Guru Besar Universitas Brawijaya Malang, Prof. Lukman Hakim dalam Peringatan Hari Pohon Sedunia di Lumajang. (Foto: Bacaini/Moh Badar Risqullah)

LUMAJANG – Kematian Salim Kancil yang melawan penambangan pasir ilegal di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang terus dikenang. Sejumlah aktivis lingkungan menggelar peringatan Hari Pohon Sedunia di kampung itu yang didedikasikan untuk Salim Kancil.

Aktivis yang terlibat gerakan penanaman 2.000 pohon bersama Bupati Lumajang ini datang dari Lumajang, Banyuwangi, Malang, dan Jember. Selama dua hari mereka melakukan kegiatan bertajuk “Terus Tandur Ojok Mundur” dengan penghijauan dan diskusi.

Koordinator Laskar Hijau, A’ak Abdullah Al-Kudus yang turut ambil bagian dalam kegiatan itu menyampaikan, Peringatan Hari Pohon Sedunia digelar di Desa Selok Awar-awar untuk mengenang dan menghormati mendiang Salim Kancil. Mereka juga membuat forum diskusi pelestarian kawasan pesisir bersama Koordinator Sahabat Alam Indonesia, Andik Saifudin dan Guru Besar Universitas Brawijaya Malang, Prof. Lukman Hakim.

Dia menyampaikan kegiatan konservasi ini bukan hanya diikuti oleh keluarga almarhum Salim Kancil. Melainkan juga beberapa organisasi masyarakat seperti Laskar Hijau, Gusdurian, dan organisasi pecinta alam. ” Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang juga terlibat dan mendukung. Mungkin ini baru pertama kali kita berkolaborasi,” kata A’ak.

Guru Besar Universitas Brawijaya, Prof. Lukman Hakim menerangkan kegiatan konservasi adalah manajemen atau pengaturan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Sehingga perlu adanya ilmu untuk mengaturnya agar berjalan dengan baik dan memberikan manfaat untuk semuanya.

Dengan ilmu pengetahuan, perlawanan terhadap para investor perusak lingkungan akan semakin strategis. “Mereka (investor perusak lingkungan) pintar sekali menyusun alasan, alibi dan banyak hal lainnya. Makanya, tidak bisa hanya diimbangi dengan demonstrasi. Tapi juga dengan ilmu pengetahuan itu tadi untuk melawan mereka,” terangnya.

Salim Kancil adalah warga Desa Selok Awar-awar yang dihabisi oleh pelaku penambangan pasir ilegal karena upayanya melindungi lingkungan. Dia dibunuh pada tanggal 26 September 2015 setelah menggalang perlawanan terhadap sindikat penambang pasir di desanya.

Penulis: Moh. Badar Risqullah
Editor: HTW

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: salim kancil
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Anak muda mengikuti balap lari liar di jalan saat Ramadan yang viral di media sosial

Balap Lari Liar Ramadan Viral Lagi di Medsos, Ternyata Berawal dari Kisah Legendaris Yunani Kuno

Pelaku KDRT di Trenggalek ditahan polisi setelah video penganiayaan terhadap istri siri viral di media sosial

Pelaku KDRT di Trenggalek Ditahan, Penganiayaan Viral Berujung Korban Bunuh Diri

Tukang becak di Blitar mencoba becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto di Pendopo Pemkab Blitar

Ratusan Warga Blitar Doakan Presiden Prabowo Sehat dan Panjang Umur Usai Terima Becak Listrik

  • Review Xiaomi 17 & Xiaomi 17 Ultra, Flagship Bertenaga dengan Kamera Leica

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanpa Wawali Blitar, Mas Ibin ‘Pamer’ 70 Prestasi di Refleksi 1 Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In