Bacaini.ID, KEDIRI – Bau badan menyengat tidak selalu disebabkan oleh kurangnya kebersihan. Dalam dunia medis, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya metabolic disorder atau gangguan metabolisme yang membuat tubuh gagal memproses zat tertentu. Akibatnya, senyawa berbau keluar melalui keringat, napas, hingga urine.
Baca Juga:
Kemajuan ilmu medis modern telah mengungkap fakta yang lebih kompleks: bau badan tertentu bisa menjadi ‘sinyal darurat’ dari dalam tubuh yang menunjukkan adanya gangguan metabolisme (metabolic disorder). Secara medis, aroma tubuh yang khas, sering disebut sebagai olfactory signature, dapat menjadi indikator penting bagi diagnosis penyakit.
Ketika sistem metabolisme seseorang mengalami malfungsi, tubuh gagal memproses zat kimia tertentu dari makanan. Akibatnya, zat-zat sisa yang seharusnya dihancurkan justru menumpuk dan ‘bocor’ keluar melalui keringat, napas, dan urine.
Metabolisme merupakan proses kimia kompleks di mana tubuh mengubah makanan dan minuman menjadi energi. Dalam proses ini, enzim-enzim khusus bertugas memecah molekul besar menjadi partikel yang bisa diserap atau dibuang dengan aman.
Metabolic disorder, terjadi ketika satu atau lebih enzim ini tidak berfungsi. Ketika ‘jalur pembuangan’ utama tersumbat, tubuh mencari jalan keluar lain. Senyawa kimia yang berbau tajam akhirnya diekskresikan melalui kelenjar keringat, paru-paru melalui napas, dan ginjal melewati urine.
Inilah alasan mengapa mandi berkali-kali atau menggunakan parfum paling mahal sekalipun sering kali gagal menghilangkan bau tersebut; sumber masalahnya ada di dalam sistem biologis, bukan di permukaan kulit.
Bau Badan yang Berhubungan dengan Metabolic Disorder
Ada beberapa aroma spesifik yang menandakan adanya gangguan metabolisme. Berikut di antaranya:
Bau Amis/Anyir (Fish Odor Syndrome)
Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai Trimethylaminuria (TMAU). TMAU merupakan gangguan metabolisme langka di mana tubuh tidak mampu memecah senyawa kimia bernama Trimetilamina.
Senyawa ini memiliki aroma yang sangat kuat, mirip dengan ikan busuk atau telur busuk. Bakteri di usus memproduksi trimetilamina saat seseorang mengonsumsi makanan tinggi kolin (seperti telur, hati, kacang polong, dan ikan laut).
Pada orang sehat, enzim flavin-containing monooxygenase 3 (FMO3) di hati akan mengubah trimetilamina yang berbau amis menjadi trimetilamina n-oksida yang tidak berbau. Pada penderita TMAU, enzim FMO3 ini rusak atau kurang. Trimetilamina pun menumpuk dan keluar melalui pori-pori kulit dan napas. Ini alasan mengapa bau badan pada orang tertentu, penderita gangguan metabolisme, tidak bisa dihilangkan hanya dengan sabun maupun parfum.
Bau Manis atau Aroma Buah (Fruity Breath)
Jika napas atau keringat seseorang berbau manis seperti buah atau aseton (pembersih cat kuku), ini bisa menjadi tanda Ketoasidosis Diabetik (KAD). Ini adalah komplikasi serius dari diabetes tipe 1 atau tipe 2 yang tidak terkontrol.
Karena tubuh tidak bisa menggunakan gula sebagai energi, tubuh mulai membakar lemak secara drastis, menghasilkan limbah bernama keton yang berbau manis.
Bau Amonia atau Urine
Ginjal berfungsi menyaring urea dari darah. Ketika ginjal bermasalah, urea tidak terbuang sempurna dan menumpuk di aliran darah. Tubuh kemudian mencoba membuangnya melalui keringat. Bakteri di kulit memecah urea ini menjadi amonia, menciptakan aroma tajam mirip urine atau pembersih lantai di sekujur tubuh.
Bau Apek atau Jamur (Musty Odor)
Bau ini khas bagi penderita Phenylketonuria (PKU). PKU merupakan gangguan genetik di mana tubuh tidak bisa memecah asam amino fenilalanin. Penumpukan zat ini di dalam tubuh menciptakan aroma ‘apek’ (musty) yang khas pada kulit dan urine penderita, terutama pada anak-anak.
Bau Sirup Mapel (Maple Syrup Urine Disease)
Kondisi genetik ini membuat tubuh tidak bisa memproses protein tertentu. Hasilnya, urine dan keringat penderita akan berbau manis yang sangat pekat, mirip seperti karamel atau sirup mapel. Meskipun terdengar ‘enak’, kondisi ini sangat berbahaya jika tidak ditangani sejak bayi.
Yang Harus Dilakukan Ketika Bau Badan Menyengat
Tidak semua bau badan yang menyengat akibat dari Metabolic Disorder. Bau badan yang berubah juga bisa disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu, perubahan hormon (pubertas/menopause), atau infeksi bakteri sederhana.
Mendiagnosis gangguan metabolisme berdasarkan bau badan saja tidaklah cukup. Namun jika merasa perlu memeriksakan diri secara medis, dokter biasanya akan melakukan serangkaian tes.
Tes Urine
Untuk mengukur kadar metabolit tertentu (seperti kadar trimetilamina pada kasus TMAU).
Tes Genetik
Untuk mengidentifikasi mutasi pada gen tertentu (misalnya gen FMO3).
Tes Darah
Untuk melihat profil glukosa, fungsi ginjal, dan fungsi hati secara menyeluruh. Karena sebagian besar gangguan metabolisme bersifat genetik, kesembuhan total sering kali sulit dicapai. Namun, kondisi ini bisa dikelola dengan efektif melalui beberapa pendekatan:
Intervensi Diet (Dietary Management)
Ini merupakan langkah utama. Untuk penderita TMAU, mengurangi makanan tinggi kolin (seperti kuning telur dan daging merah) secara signifikan dapat mengurangi bau. Untuk penderita PKU, diet rendah protein adalah kewajiban seumur hidup.
Pengaturan PH Kulit
Penggunaan sabun dengan pH sedikit asam (5.5 – 6.5) dapat membantu mengikat senyawa berbau di permukaan kulit agar tidak mudah menguap ke udara.
Antibiotik Dosis Rendah
Dalam beberapa kasus, dokter meresepkan antibiotik untuk menekan pertumbuhan bakteri usus yang memproduksi senyawa berbau.
Suplemen Pendukung
Vitamin B12 atau riboflavin (B2) terkadang diberikan untuk membantu meningkatkan aktivitas enzim yang tersisa. Untuk memastikan kondisi dan langkah apa yang harus dilakukan, segera cari bantuan medis terdekat.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





