• Login
Bacaini.id
Thursday, March 19, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Bahaya Gula di Minuman: Bisa Bikin Kecanduan Seperti Narkoba

ditulis oleh Editor
3 July 2025 16:16
Durasi baca: 3 menit
Bahaya Gula di Minuman: Bisa Bikin Kecanduan Seperti Narkoba (foto ilustrasi/freepik)

Bahaya Gula di Minuman: Bisa Bikin Kecanduan Seperti Narkoba (foto ilustrasi/freepik)

Bacaini.ID, KEDIRI – World Health Organization (WHO) mendorong negara-negara untuk menaikkan harga minuman manis, alkohol, dan tembakau sebesar 50% selama 10 tahun ke depan melalui perpajakan.

WHO mengatakan langkah ini akan membantu mengurangi konsumsi produk-produk yang memicu penyakit seperti diabetes dan beberapa jenis kanker.

Pajak kesehatan juga dinilai jadi salah salah satu alat paling efisien untuk promosi kesehatan serta pencegahan dan pengendalian penyakit.

Minuman manis kemasan banyak ditemukan di pasaran seperti soda, teh manis botolan, minuman energi, dan minuman buah dengan tambahan gula.

Masyarakat Indonesia sangat familiar dengan minuman-minuman tersebut. Ditambah tren minuman kekinian seperti kopi dan teh dengan tambahan rasa yang banyak dijual kaki lima.

Minuman manis memiliki dampak buruk bagi kesehatan jika diminum terus menerus atau berlebihan.

Berikut efek buruk minuman manis bagi kesehatan:

Meningkatkan risiko obesitas

Minuman manis mengandung kalori tinggi namun rendah nutrisi.

Studi dari Harvard School of Public Health menunjukkan bahwa konsumsi rutin 1–2 kaleng soda per hari bisa meningkatkan risiko obesitas hingga 26%.

Di Indonesia, Riset Kesehatan Dasar 2018 oleh Kementerian Kesehatan telah mencatat peningkatan prevalensi obesitas, yang salah satunya terkait dengan pola konsumsi minuman berpemanis.

Diabetes tipe 2

Konsumsi rutin minuman manis meningkatkan resistensi insulin.

Jurnal Diabetes Care di tahun 2010 mencatat orang yang minum 1–2 porsi minuman berpemanis per hari memiliki risiko 26% lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibanding jarang minum.

Penyakit jantung

Gula berlebih meningkatkan trigliserida, tekanan darah, dan inflamasi, semua ini merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Studi dari Journal of the American Medical Association (JAMA) menemukan orang yang mendapat 17-21% kalori hariannya dari gula tambahan memiliki risiko 38% lebih tinggi untuk meninggal karena penyakit jantung ketimbang yang hanya 8%.

Masalah gigi

Gula dan asam adalah musuh utama gigi. Minuman manis membuat gigi cepat rusak, terutama pada anak-anak dan remaja.

WHO menyarankan untuk membatasi konsumsi gula tambahan karena kaitannya dengan karies gigi.

Penyakit hati (Fatty liver)

Gula dari minuman manis, terutama fruktosa, bisa menyebabkan penumpukan lemak di hati.

Sebuah penelitian menemukan, konsumsi fruktosa tinggi dari minuman manis dikaitkan dengan peningkatan risiko perlemakan hati non-alkoholik.

Kecanduan dan pola makan buruk

Gula bisa memicu respons dopamin di otak, mirip seperti narkoba ringan.

Inilah yang membuat orang semakin ingin minum dan minum terus. Hal ini tentu berkontribusi pada konsumsi yang berlebihan.

BPOM juga menyebutkan bahwa konsumsi gula orang Indonesia sudah melebihi batas anjuran WHO, maksimal 50 gram per hari.

Dan sumber kelebihan gula ini ditemukan banyak berasal dari minuman kemasan.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bahaya gulagulagula dalam minumankecanduannarkoba
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi penumpang kereta api memadati stasiun saat arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Daop 7 Madiun

Tembus 107 Ribu! Pemudik Kereta Api di Daop 7 Madiun Membludak, Ini Puncaknya

Direktur Eksekutif PAR Alternatif Indonesia, Andi Saputra.

Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras Didesak Masuk Peradilan Umum

Pedagang emas di Jl Sriwijaya, Kelurahan Kemasan, Kota Kediri. Foto: istimewa

Jejak Peradaban Emas di Kelurahan Kemasan Kota Kediri

  • Jamaah Al Muhdlor Tulungagung salat Idul Fitri lebih awal di Masjid Nur Muhammad Wates

    Jamaah Al Muhdlor Tulungagung Salat Ied 19 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar SPPG Nakal di Blitar yang Dihentikan BGN, 46 Lokasi di Kota dan Kabupaten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In