• Login
Bacaini.id
Sunday, February 1, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Angka Stunting di Bangkalan Masih Tinggi

ditulis oleh Editor
26 January 2022 19:54
Durasi baca: 2 menit
Asupan gizi yang cukup menjadi salah satu faktor mencegah stunting pada anak. Foto: Bacaini/Micko

Asupan gizi yang cukup menjadi salah satu faktor mencegah stunting pada anak. Foto: Bacaini/Micko

Bacaini.id, BANGKALAN – Hingga saat ini, angka balita dan anak pengidap stunting di Kabupaten Bangkalan masih sangat tinggi. Bahkan, data balitbang Kementrian Kesehatan tahun 2021 menyebutkan prevalensi stunting pada anak dan balita di Kota Salak mencapai 38,9 persen dan menjadi angka tertinggi di Provinsi Jawa Timur.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Bangkalan, Aris Budiarto tak menampik tingginya angka stunting di Bangkalan. Meski begitu menurut Aris, angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sekarang sekitar 2.287 anak yang mengalami stunting, tahun lalu sekitar 3.710 anak. Artinya mengalami penurunan hampir seribu,” kata Aris kepada Bacaini.id, Rabu 26 Januari 2022.

Menurutnya banyak hal yang menyebabkan terjadinya stunting. Diantaranya pernikahan usia muda, kurangnya pola asuh orang tua, serta asupan kesehatan. Untuk mengatasinya, Dinkes telah menjalin kerjasama dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya, seperti Dinas Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Dinas Sosial serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

“Kalau hanya dipasrahkan ke Dinkes tidak bisa, karena stunting ini harus ditekan bersama oleh semua pihak. Banyak faktor yang menyebabkan stunting, bukan dari faktor kesehatan saja,” terangnya.

Berdasarkan hasil perincian, penyumbang angka stunting terbanyak dari 18 Kecamatan di Bangkalan adalah Kecamatan Kokop, dengan jumlah penderita 343 anak atau sekitar 10,5 persen dari total 3.723 anak yang ditimbang.

“Terendah 1,7 persen di Kecamatan Kamal atau sekitar 41 anak dari 2.445 anak yang ditimbang. Gizi buruk atau kurang, rendah dan sangat rendah itu juga masuk stunting,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Dewan Kesehatan Rakyat Bangkalan, Muhyi meminta Pemkab Bangkalan untuk lebih serius dalam menekan angka penderita stunting. Sebagai pemerhati kesehatan, dia mengatakan pentingnya langkah promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dalam penanganan stunting.

“Langkah-langkah itu harus dilakukan dari hulu hingga hilir, penanganan harus dimulai dari calon pengantin, saat hamil dan bayi dilahirkan. Karena ini sangat menghawatirkan,” ujar Muhyi.

Muhyi juga meminta agar Dinas Kesehatan serta semua puskesmas di Bangkalan untuk benar-benar memperhatikan gizi dan pola asuh pada anak dan balita.

“Jangan sampai anak kurang gizi atau salah pola asuh. Untuk balita yang menderita stunting harus dikawal dari sisi gizinya. Selain itu edukasi terhadap masyarakat harus terus dijalankan,” tandasnya.

Penulis: Rusdi
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bangkalanstunting
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kendaraan mengantre pengisian BBM non-subsidi di SPBU Pertamina usai update harga BBM terbaru Februari 2026

Update Harga BBM Terbaru: Pertamax, Pertamax Turbo, hingga Dexlite Turun Harga

Wisata susur Sungai Maron Pacitan

Wisata Pacitan Selain Pantai, Cocok untuk Keluarga dan Pencari Ketenangan

Doding Rahmadi resmi menjabat Ketua KONI Trenggalek periode 2026–2028

Rangkap Jabatan Tak Jadi Soal, Doding Rahmadi Sah Jadi Ketua KONI Trenggalek

  • Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

    KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JLS Rempi Kediri Bangkitkan Ekonomi Lokal, 115 UMKM Ramaikan Ruang Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Banjir dan Longsor Terjang Watulimo Trenggalek, Jalan Raya Bandung–Prigi Putus Total

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In