• Login
Bacaini.id
Saturday, May 30, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Aksi Tolak UU TNI Bentrok, Massa Lempar Bahan Peledak, 21 Orang Ditangkap

ditulis oleh Redaksi
28 March 2025 00:53
Durasi baca: 2 menit
Massa aksi melempar petasan dan molotov ke kantor DPRD Kota Kediri. Foto: bacaini/A.K. Jatmiko

Massa aksi melempar petasan dan molotov ke kantor DPRD Kota Kediri. Foto: bacaini/A.K. Jatmiko

Bacaini.ID, KEDIRI – Aksi unjuk rasa menolak pengesahan RUU TNI di Kantor DPRD Kota Kediri berakhir bentrok. Puluhan peserta aksi ditangkap setelah melempari petugas dengan petasan.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan massa aksi berpakaian hitam ini terjadi kantor DPRD Kota Kediri pada Kamis siang, 27 Maret 2025. Awalnya aksi berlangsung tertib dengan orasi dan pembentangan poster berisi kritikan atas pemberlakukan kembali dwifungsi TNI.

Aksi memanas usai adzan Maghrib berkumandang. Massa mulai melakukan aksi vandalisme dan pelemparan petasan ke arah petugas. Mirisnya, bukan hanya petasan, massa juga terlihat melemparkan molotov yang sempat membakar satu unit mobil. Sejumlah batu juga melayang dari luar pagar kantor DPRD yang dilempar massa.

Karena situasi makin tak terkendali, polisi mulai memukul mundur massa. “Karena melakukan tindakan membahayakan dengan melempar kembang api dan bahan peledak molotov, maka kita lakukan upaya pembubaran,” kata Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji.

Selain menggunakan kendaraan penyemprot air atau water cannon, pembubaran massa juga dilakukan menggunakan pentungan dan tameng.

Aksi ini membuat massa kocar kacir. Mereka melarikan diri dari area kantor DPRD ke segala arah. Polisi berusaha mengejar massa aksi yang tak bisa melarikan diri dan melakukan penangkapan. Mereka yang tertangkap langsung digelandang ke halaman kantor DPRD.

Tercatat 21 peserta aksi ditangkap oleh polisi dibantu TNI. Sejumlah peserta aksi dilaporkan mengalami luka-luka dan sempat dirawat di rumah sakit.

Dandim 0809 Kediri Letkol Inf. Ragil Jaka Utama mengaku heran dengan aksi anarkis ini. Menurutnya, sebelumnya telah dilakukan audiensi dengan kelompok perhimpunan mahasiswa secara damai. Namun di luar mereka muncul aksi yang memicu bentrok dari kelompok lain.

“Kita lihat tadi ada batu, melempar bom molotov, ada yang bawa martil juga di dalam tasnya,” terang Ragil.

Aksi damai

Sejumlah organisasi mahasiswa di Kediri memilih melakukan perjuangan melalui jalur audiensi di kantor DPRD Kota Kediri. Hal itu dilakukan sebelum massa aksi berpakaian serba hitam mendatangi kantor dewan hingga berujung bentrok.

Guruh Prasetyo, Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kediri mengatakan audiensi dilakukan untuk menyampaikan keberatan atas pengesahan RUU TNI. “Kami memilih jalur audiensi agar sikap kami lebih mudah difahami,” kata Guruh.

Ia juga menyampaikan keberatan atas penerapan kembali dwifungsi TNI yang dianggap menjadi langkah mundur atas perjuangan mahasiswa di era Orde Baru.

Penulis: A.K. Jatmiko, Hari Tri W
Editor: Hari Tri W

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: DPRD Kota KediriGMNIUU TNI
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pengembangan fasilitas Stasiun Madiun oleh KAI Daop 7 Madiun dengan pembangunan peron tinggi dan perluasan area parkir

KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

Latihan squat untuk menjaga kesehatan otot bokong atau glutes

Otot Bokong Ternyata Pengaruhi Umur Panjang, Ini Penjelasan Ahli Kesehatan

Samanhudi Anwar duduk di rumahnya di Kota Blitar sambil berbincang mengenai politik dan KONI Kota Blitar

Samanhudi Anwar Never Give Up di Tengah Polemik KONI Kota Blitar

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In