• Login
Bacaini.id
Saturday, May 2, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Gagal Melaju Perempat Final, Persik Protes Kepemimpinan Wasit

ditulis oleh
7 April 2021 18:33
Durasi baca: 3 menit
Pemain Persik Kediri saat sesi latihan (Foto : Istimewa)

Pemain Persik Kediri saat sesi latihan (Foto : Istimewa)

Bacaini.id, BANDUNG – Langkah kesebelasan Persik Kediri untuk melaju perempat final Piala Menpora 2021 kandas. Bertanding dengan 10 pemain membuat langkah skuad Macan Putih harus puas dengan hasil imbang 2-2 (2-1) di hadapan Persela Lamongan.

Sejak peluit tanda pertandingan berbunyi, skuad Persik Kediri dan Persela Lamongan tampil agresif di Stadion Jalak Harupat Bandung, Rabu 7 April 2021. Kedua tim saling menyerang dan mencari sisi kelemahan masing-masing.

Serangan agresif yang dilancarkan tim Persik Kediri di menit awal mampu menggedor pertahanan Persela Lamongan. Tendangan keras yang dilesakkan Yusuf Meilana di menit ke-13 berhasil mengoyak jaring Persela yang dikawal Dwi Kuswanto. Kedudukan berubah 1-0 untuk Persik Kediri.

Namun hanya berselang empat menit, pasukan Joko Tingkir tiba-tiba menerima hadiah pinalti dari wasit Gedion Dapaherang dari DKI Jakarta. Ini setelah defender Persik OK John melakukan pelanggaran di kotak penalti.

Kesempatan emas itu tak disia-siakan Melvyn Lorenzen yang mampu menjebol gawang Persik yang dijaga Dikri Yusron Afafa. Kedudukan berubah 1-1.

Tak mengubah skor menjadi imbang, Persik terpaksa bermain dengan 10 pemain karena pelanggaran keras yang dilakukan OK John. Pemain asing ini pun diusir wasit karena akumulasi 2 kartu kuning.

baca ini Berharap Persik Tak Jadi Korban Pengaturan Skor

Bermain dengan 10 pemain membuat Persik ketetaran. Lini pertahanan yang mulai kendor berhasil diterobos Melvyn dengan mencetak gol kedua di menit ke-25. Sampai selesai babak pertama, skor bertahan 2-1 untuk keunggulan Persela.

Berkurangnya punggawa Persik tak membuat semangat anak asuh Joko Susilo kendur. Kapten tim Persik Andri Ibo bahkan mampu mengejar ketinggalan dengan melesakkan gol di menit ke-83.

Peluang Persik untuk menambah kemenangan nyaris terbuka saat terjadi kemelut di kotak pinalti Persela Lamongan. Pemain Persik yang berharap mendapat hadiah pinalti hanya gigit jari setelah wasit Gedion memutuskan sebaliknya.

Keputusan itu pun menuai protes kapten Persik Andri Ibo. Dia mengeluhkan kepemimpinan wasit yang dinilai tidak fair. “Sebagai kapten saya kecewa atas keputusan wasit. Normalnya pinalti. Tapi wasit juga manusia, kami juga manusia. Harus diperbaiki lagi agar sepakbola Indonesia lebih baik,” katanya usai pertandingan.

Sementara itu Pelatih Kepala Persik Joko Susilo mengapresiasi kemampuan anak didiknya. Meski bermain 10 orang mereka mampu mengejar ketinggalan. “Saya harus apresiasi kerja keras pemain, apapun situasinya kami sudah bekerja keras,” kata Joko.

Saat ditanya tentang langkah OK John yang sering membuat pelanggaran, Joko berusaha bersikap dingin. Dia berjanji akan memperbaikinya di liga I mendatang.

Dia optimis akan bisa meningkatkan kinerja timnya pada putaran Liga I nanti. Apalagi manajemen telah membuka lampu hijau untuk merekrut pemain asing. Menurut Joko, dia sudah memiliki gambaran pemain asing yang akan direkrut, utamanya mengisi kelemahan di lini depan.

Penulis: Novira Kharisma
Editor: HTW

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: persela lamonganpersik kediripiala menpora 2021
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Musik menjadi cara paling populer untuk meredakan stres menurut studi terbaru di Amerika Serikat (foto/ist)

Musik Linkin Park hingga Taylor Swift Jadi Pereda Stres, Ini Hasil Studinya

Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

Tradisi Sinongkelan di Desa Prambon Trenggalek dengan pertunjukan Grebeg Sinokel

Tradisi Sinongkelan Trenggalek, Jejak Pelarian Susuhunan Paku Buwono II di Bedah Kartasura

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah May Day di Indonesia: Ajaran Semaun tentang Persatuan Buruh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In