• Login
Bacaini.id
Thursday, May 21, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Komunitas Petani Gubuk Lazaris Produksi Beras Tanpa Pestisida

ditulis oleh
9 February 2021 19:10
Durasi baca: 2 menit

KEDIRI – Sejumlah petani di Desa Sambirejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri terus berupaya membudidayakan tanaman pangan organik. Dalam prosesnya penanaman tidak dilakukan dengan menggunakan pestisida kimia, sehingga lebih aman dan ramah lingkungan.

Pamong Gubug Lazaris, Romo Hardo mengatakan, pola tanam organik dipakai sebagai upaya membiasakan masyarakat untuk hidup lebih sehat, mereka juga ingin menjadi petani yang berkontribusi dalam rangka pelestarian lingkungan.

“Sebagai petani tidak hanya menanam pangan yang sehat, sekaligus sebagai petani yang peduli dengan kelestarian lingkungan hidup,” kata Romo Hardo kepada Bacaini.id.

baca ini : Pengusaha Bantal Leher Bertahan Di Masa Pandemi

Dia menyebut, produk unggulan yang diproduksi petani Gubug Lazaris adalah beras organik. Menurut Romo Hardo produksi beras unggulan tidak hanya satu macam. Selain beras putih organik, ada juga beras merah organik, beras hitam organik dan beras ungu organik.

Dengan memanfaatkan lahan pertanian seluas 2,5 hektare, 2 ton beras dari keempat jenis padi yang ditanam, bisa didapat dalam satu kali panen. Empat jenis beras yang diproduksi dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 20.000 – Rp 30.000 setiap satu kilogram.

Selain ditanami padi, lahan tersebut juga ditanami aneka sayur dan buah-buahan seperti jagung, kedelai, sorgum, sedangkan pohon buah yang ditanam diantaranya pohon nangka, klengkeng, sirsat dan juga belimbing. “Pohon buah itu juga kami fungsikan sebagai peneduh. Produksi sayuran juga kami jual Rp 20.000 satu kilogramnya,” imbuhnya.

baca ini : Tebuci, Burger Bakar Murah Dengan Daging Hingga 2 Ons

Selain itu, komunitas ini juga beternak sapi perah yang kotorannya difungsikan sebagai bahan pupuk organik. Kotoran sapi difermentasi dan diolah menjadi pupuk, sedangkan pengganti pestisida mereka menggunakan pengendali hama dari agen hayati.

Lebih lanjut, Romo Hardo juga mengatakan keseluruhan proses dilakukan oleh Komunitas Petani Gubug Lazaris. Mulai dari pengadaan benih, proses tanam sampai panen serta dalam produksi dan pemasaran. Hal itu menjadi salah satu upaya agar untuk belajar menjadi petani mandiri.

“Kita pasarkan sendiri,packing sendiri, beberapa kami olah sendiri, sehingga petani tidak tergantung pada tengkulak atau harga pasar, sehingga seringkali petani selalu kalah,” pungkasnya.

baca ini : Andalkan Desain Kata, Kaos Kecakot Ramai Dicari

Sejak diresmikan menjadi komunitas pada tahun 2010 sampai saat ini, Komunitas Petani Gubug Lazaris konsisten mengelola pertanian dan menghasilkan tanaman pangan yang sehat. Hasil produksi banyak diminati pelanggan dari seluruh daerah di Jawa Timur.

Penulis : Novira Kharisma
Editor : Karebet

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Gubuk Lazarispertanian organikRomo Hardo
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

US$900 Miliar Menguap, Bagaimana Kekayaan Alam Indonesia Dirampok Secara Legal

Ilustrasi Ching Shih, perempuan Tiongkok pemimpin armada bajak laut terbesar di dunia pada era Dinasti Qing

Ching Shih, Mantan PSK yang Jadi Ratu Bajak Laut Terbesar di Dunia

Produsen tahu di Trenggalek mengurangi ukuran tahu karena harga kedelai naik

Produsen Tahu di Trenggalek Kecilkan Ukuran Akibat Harga Kedelai Naik

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samanhudi Menang Ketua KONI Kota Blitar: Dilantik Monggo Ora Monggo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AKBP Edy Herwiyanto Dimutasi, Ini Jabatan dan Kewenangannya Yang Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In