Poin Penting:
- Jalur Trenggalek-Ponorogo KM 16–20 diidentifikasi sebagai kawasan rawan longsor.
- BMKG Jawa Timur memprakirakan curah hujan di Trenggalek sangat tinggi, dengan angka rata-rata di atas 200.
- BPBD mengimbau pengendara berhati-hati, memperhatikan kondisi jalan, dan tidak berhenti di lokasi berisiko longsor.
Bacaini.ID, TRENGGALEK – Jalur Trenggalek-Ponorogo, khususnya KM 16 hingga KM 20, masuk dalam kawasan rawan longsor yang perlu diwaspadai pengguna jalan. Memasuki musim penghujan dengan prakiraan curah hujan tinggi, BPBD Trenggalek mengingatkan pengendara yang lewat KM 16-20 Trenggalek-Ponorogo agar lebih berhati-hati saat melintas.
Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek, Triadi Atmono, mengatakan curah hujan Trenggalek saat ini merupakan awal musim penghujan yang dimulai pekan ketiga. Hujan yang turun bukan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan. Potensi adanya cuaca ekstrem Trenggalek di jalur rawan Trenggalek perlu diwaspadai.
“Memasuki musim penghujan, kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk menekan risiko bencana,” ujar Triadi Atmono kepada wartawan Selasa (3/11/2026).
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, intensitas hujan di wilayah Trenggalek diperkirakan sangat tinggi. Angka curah hujan rata-rata di atas 200. Peringatan longsor Trenggalek dan potensi terjadinya bencana alam lain telah disosialisasikan.
Menurut Triadi Atmono, prakiraan BMKG diharapkan jadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kawasan perbukitan maupun melintasi jalur yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem.
Khusus pengguna jalan yang melintasi jalur Trenggalek-Ponorogo diimbau lebih berhati-hati saat hujan mengguyur deras. Perlu memperhatikan kondisi jalan dan lingkungan sekitar, serta menghindari berhenti di lokasi yang berisiko.
“Penguatan mitigasi di jalur rawan diharapkan dapat membantu menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mengantisipasi dampak cuaca terhadap aktivitas masyarakat di Trenggalek,” pungkasnya. (aby/sa)




