Poin Penting:
- Wakilah, warga Desa Pojok, Campurdarat, Tulungagung, kini memiliki jamban layak berkat program jambanisasi TMMD ke-130.
- Pembangunan jamban di rumah Wakilah telah rampung 100 persen dan sudah bisa digunakan.
- Secara keseluruhan, pelaksanaan program jambanisasi TMMD di Tulungagung telah mencapai 90 persen.
Bacaini.ID, TULUNGAGUNG – Program jambanisasi TMMD ke-130 Tahun 2026 membawa perubahan bagi Wakilah, warga Dusun Secang, Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Setelah selama ini belum memiliki fasilitas MCK yang layak, dengan program Jambanisasi 2026, kini dia dan keluarganya bisa menggunakan jamban baru yang pembangunannya telah rampung 100 persen.
Dituturkan oleh Wakilah, kalau program jambanisasi TMMD Desa Pojok sangat membantu masyarakat, khususnya untuk dirinya dan keluarganya yang selama ini belum memiliki fasilitas MCK (Mandi Cuci Kakus) yang layak. “Sekarang jambannya sudah jadi, dan sudah bisa digunakan,” tutur Wakilah mengungkapkan kegembiraannya.
Pelaksanaan program jambanisasi di Tulungagung, termasuk jambanisasi Campurdarat, diketahui dimulai dengan peninjauan lapangan oleh Babinsa bersama Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke-130. Keberadaan warga calon penerima program dicek langsung, mulai dari kondisi rumah hingga fasilitas MCK, dengan tujuan agar tepat sasaran.
Program jambanisasi atau pembangunan jamban warga merupakan upaya TNI membantu masyarakat dalam mendapatkan akses sanitasi yang lebih baik. Keberadaan jamban yang layak diharapkan dapat mendukung pola hidup bersih dan sehat di masyarakat. Dalam pelaksanaannya bersinergi dengan pemerintah daerah.
Namex salah satu ketua atau pengawas program TMMD Tulungagun mengatakan pembangunan jamban di tempat Wakilah sudah selesai dan sudah bisa dipergunakan. Pelaksanaan program jambanisasi secara keseluruhan telah berjalan 90 persen. “Sudah bisa digunakan,” ujarnya. (*)




