JEMBER, Bacaini.id– Bupati Jember Muhammad Fawait memastikan Kabupaten Jember bakal mendapat tambahan program pemerintah pusat dengan nilai sekitar Rp500 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk memperbaiki fasilitas kesehatan serta mengembangkan sektor perikanan dan peternakan sebagai upaya menekan angka kemiskinan.
Kepastian itu disampaikan Fawait setelah melakukan sejumlah kunjungan ke kementerian di Jakarta bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, program tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan publik sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok rentan di pedesaan dan kawasan pesisir.
Dari sektor kesehatan, Pemkab Jember memastikan akan mendapat dukungan anggaran sekitar Rp400 miliar untuk revitalisasi puskesmas dan rumah sakit pada 2027. Bupati Fawait menyebut, program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan setelah Jember menerapkan Universal Health Coverage (UHC).
“Perkiraan anggaran yang sudah bisa kami pastikan kurang lebih Rp400 miliar yang akan masuk ke Kabupaten Jember di sektor kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, perbaikan fasilitas kesehatan tersebut akan melengkapi sejumlah program yang telah berjalan di Jember. Di antaranya, UHC yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan kesehatan sesuai ketentuan program, layanan Home Care bagi warga tidak mampu, serta Mobil Cinta untuk mengantar pasien kelas III dari rumah sakit daerah kembali ke rumah tanpa biaya.
Selain kesehatan, Pemkab Jember juga memperoleh peluang dukungan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Nilai bantuan yang diproyeksikan mencapai Rp50 miliar hingga Rp100 miliar untuk pengembangan sektor perikanan tangkap dan perikanan budidaya.
Bupati Fawait mengatakan, pemerintah pusat dan Pemkab Jember memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya pengembangan sektor perikanan untuk mengurangi kemiskinan di kawasan pesisir.
“Kami mempunyai pandangan yang sama bagaimana mengurai kemiskinan di salah satu sentra kemiskinan di Kabupaten Jember, yaitu di pinggir pantai,” katanya.
Dukungan tersebut mencakup bantuan alat bagi nelayan serta pengembangan perikanan air tawar di tingkat desa. Saat ini, Pemkab Jember tengah melakukan verifikasi calon penerima program untuk pelaksanaan pada 2026.
Bupati Fawait menilai pengembangan sektor perikanan perlu diarahkan untuk memperkuat produktivitas dan ekonomi masyarakat pesisir. Dengan demikian, bantuan pemerintah tidak hanya mendukung kegiatan produksi, tetapi juga diharapkan meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan.
Di sektor peternakan, Pemkab Jember juga berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mengakses program pengembangan peternakan pada 2026 dan 2027. Bantuan yang disiapkan mencakup peternakan unggas, domba, dan sapi.
Menurut Bupati Fawait, sektor pertanian dan peternakan memiliki peran penting dalam pengentasan kemiskinan di Jember. Sebab, sebagian masyarakat miskin tinggal di wilayah pedesaan dan menggantungkan penghidupan dari kedua sektor tersebut.
“Jember adalah sentra atau lumbung pangan, baik pertanian maupun peternakan. Tentu peternak menjadi salah satu sasaran kami selain petani, karena salah satu sentra kemiskinan di Jember ada di pedesaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Fawait menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan program pemerintah pusat bagi Kabupaten Jember. Dia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat penurunan angka kemiskinan serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar dan peluang ekonomi.
Meski demikian, sejumlah program tersebut masih memiliki tahapan lanjutan, mulai dari penyiapan pelaksanaan hingga verifikasi penerima bantuan. Pemkab Jember perlu memastikan program yang dialokasikan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Di Hari Sumpah Pemuda ini, kami mengucapkan terima kasih atas program-program yang begitu besar yang diberikan Presiden Prabowo kepada Kabupaten Jember,” pungkasnya. (meg/adv)




