• Login
Bacaini.id
Saturday, October 24, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Siasat Belanda Memecah Belah Tentara Pribumi di Tubuh KNIL

Kolonial Belanda memanfaatkan perbedaan suku di tubuh KNIL untuk meredam pembangkangan. Kompi dari suku berbeda dikerahkan untuk menghadapi prajurit yang melawan

ditulis oleh Solichan Arif
24 October 2026 15:44
Durasi baca: 3 menit
Prajurit pribumi KNIL pada masa kolonial Belanda

Kolonial Belanda memanfaatkan perbedaan suku untuk mengendalikan prajurit pribumi di tubuh KNIL (foto ilustrasi)

Reporter: Solichan Arif | Editor: Editor

Kolonial Belanda memecah belah kompi pribumi tentara KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger) dengan memakai perbedaan suku

Bacaini.ID, KEDIRI – Yang menguasai KNIL (Tentara kerajaan Belanda) adalah orang Jawa, Ambon, Menado, Minahasa dan Timor. Jumlah mereka yang terbanyak. Ketika terjadi pembangkangan di kompi Minahasa, kompi Ambon diperintah untuk mengatasinya. Giliran kompi Jawa yang membangkang, kompi Minahasa diminta membereskan. Dalam sejarah KNIL, Kolonial Belanda memakai perbedaan suku untuk memadamkan pembangkangan di tubuh kompi pribumi.

KNIL membagi prajurit pribumi KNIL dalam kompi­-kompi berdasarkan suku dengan pimpinan kompi perwira kulit putih, Belanda. Eksis sejak 4 Desember 1830 sebagai Tentara Hindia Timur (Oost Indische Leger) dan namanya baru diresmikan 1933 oleh Perdana Menteri Hendrik Colijn, KNIL memiliki banyak perwira hasil didikan akademi militer di Belanda. Sebagaimana tradisi militer Eropa, KNIL menganut prinsip militer profesional. Antara tugas militer dan politik dipisah secara tegas.

“Tiap personelnya dituntut untuk tunduk pada pemerintah dan tidak berafiliasi pada ideologi tertentu,” demikian dikutip Bacaini.id dari buku Prajurit-prajurit di Kiri Jalan Sabtu (24/10/2026).

Baca Juga: Persaingan Bekas Perwira KNIL dan PETA di Tubuh Militer Indonesia

Doktrin tentara profesional yang diyakini bagus tersebut, memiliki sisi lemah. Yang diketahui serdadu KNIL hanya perintah atasan dan bertindak atas nama pemerintah. Dengan tidak terikat pada ideologi apapun, para tentara KNIL berfikir dan bergaul bebas dengan siapapun di luar tangsi, termasuk dengan orang-orang ‘merah’.

Tidak adanya pendidikan politik atau pendidikan politik yang rendah membuat mayoritas serdadu KNIL buta politik, yang itu membuat mereka mudah dipengaruhi. “Kebanyakan serdadu KNIL buta politik, umumnya mereka tidak peduli dengan hal berbau politik,” demikian dikutip dari buku Prajurit-prajurit di Kiri Jalan.

Serdadu KNIL Berpendidikan Rendah dan Minim Kesadaran Politik

Banyak serdadu bawahan di KNIL yang buta huruf, meskipun kemudian saat berdinas militer mereka kemudian mulai belajar membaca. Mereka yang berpendidikan baik bisa menjadi sersan.

Mayoritas serdadu KNIL tidak datang dari kalangan pelajar sekolah yang gemar melahap buku. Karenanya para tentara tersebut sulit mengikuti situasi politik, bahkan tidak berkesadaran politik. Mereka hanya tahu pegang senjata dan bertempur.

Baca Juga: Ribuan Anak Kolong Lahir dari Tradisi Pergundikan di Markas Tentara KNIL

Serdadu KNIL biasa bertempur menghadapi perlawanan lokal pribumi yang menentang kekuasaan Pemerintah kolonial Hindia Belanda. KNIL memiliki riwayat panjang sebagai tentara pembasmi pemberontakan di Indonesia.

Oerip Soemohardjo, Nasution, Ahmad Yani, Gatot Subroto, dan Soeharto merupakan di antara sejumlah nama mantan perwira dan bintara didikan KNIL, yang di awal kemerdekaan Indonesia berebut pengaruh dengan eks PETA didikan Jepang. (sa/edt)

Google News Lihat Berita Bacaini.id di Google News
Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: belandajepangKNILkolonial Belandakompi pribumipecah belahPETAtentara
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Prajurit pribumi KNIL pada masa kolonial Belanda

Siasat Belanda Memecah Belah Tentara Pribumi di Tubuh KNIL

Bupati Rijanto mengingatkan pentingnya akurasi data penerima bansos di Kabupaten Blitar

Bupati Blitar Ingatkan Data Bansos Harus Akurat, Warga Miskin Jangan Terlewat

Penyerahan bantuan alsintan untuk petani Kabupaten Blitar

Bupati Ingin Petani Blitar Makin Sejahtera, 200 Alsintan Diserahkan

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In