• Login
Bacaini.id
Wednesday, October 21, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pepaya, Nanas, hingga Jahe untuk Melancarkan Haid, Benarkah Efektif?

ditulis oleh Solichan Arif
20 October 2026 22:51
Durasi baca: 5 menit
Pepaya, nanas, jahe, dan kunyit yang dipercaya dapat melancarkan haid

Pepaya, nanas, jahe, dan kunyit kerap dikaitkan dengan menstruasi, tetapi belum terbukti kuat dapat mempercepat datangnya haid (foto ilustrasi)

Reporter: Bromo Liem | Editor: Solichan Arif

Poin Penting:

  • Pepaya, nanas, jahe, dan kunyit belum terbukti kuat dapat mempercepat datangnya haid atau menambah volume darah menstruasi.
  • Jahe berpotensi membantu meredakan nyeri haid, sedangkan zat besi dan kalsium berperan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
  • Haid terlambat dapat disebabkan kehamilan, stres, perubahan berat badan, PCOS, atau kondisi lain; pemeriksaan diperlukan jika perubahan menetap atau muncul gejala yang mengkhawatirkan.

Bacaini.ID, KEDIRI —Pepaya, nanas, jahe, dan kunyit kerap dipercaya sebagai makanan untuk melancarkan menstruasi, terutama ketika haid terlambat atau darah yang keluar lebih sedikit dari biasanya. Namun, benarkah bahan-bahan tersebut atau buah untuk melancarkan haid itu terbukti dapat mempercepat datangnya menstruasi? Sejumlah bahan memang memiliki kandungan nutrisi dan potensi manfaat kesehatan, tetapi bukti ilmiah bahwa semuanya dapat melancarkan haid masih terbatas. Memahami penyebab perubahan siklus menstruasi menjadi langkah penting sebelum mencoba berbagai cara untuk memicu haid.

Menstruasi sendiri merupakan bagian dari siklus reproduksi yang dipengaruhi interaksi hormon, terutama estrogen dan progesteron. Perubahan pada lapisan rahim akibat fluktuasi hormon inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya perdarahan menstruasi. Karena mekanismenya melibatkan sistem hormonal, makanan tertentu tidak serta-merta dapat memicu haid sesuai keinginan. Meski demikian, asupan nutrisi tetap berperan dalam kesehatan reproduksi dan membantu tubuh memenuhi kebutuhan selama menstruasi.

Pepaya, Nanas, hingga Jahe: Benarkah Bisa Memperlancar Haid?

Pepaya dan nanas termasuk buah yang sering dikaitkan dengan upaya memperlancar menstruasi. Pepaya mengandung vitamin C, folat, dan serat, sedangkan nanas mengandung vitamin C serta enzim bromelain. Kandungan tersebut memiliki manfaat nutrisi masing-masing, tetapi belum ada bukti klinis kuat bahwa mengonsumsi kedua buah ini dapat mempercepat datangnya haid atau membuat darah menstruasi keluar lebih banyak.

Bromelain dalam nanas telah diteliti untuk sejumlah potensi efek biologis, termasuk yang berkaitan dengan peradangan. Namun, temuan tersebut tidak dapat langsung digunakan sebagai bukti bahwa nanas mampu melancarkan menstruasi. Demikian pula, kandungan nutrisi pepaya tidak menjadikannya makanan yang terbukti dapat memicu perdarahan menstruasi.

Jahe memiliki dasar penelitian yang sedikit berbeda. Sejumlah penelitian klinis menelaah penggunaannya untuk mengurangi nyeri haid atau dismenore. Tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam Pain Medicine pada 2015, misalnya, menemukan bahwa jahe berpotensi membantu mengurangi nyeri menstruasi, meskipun penelitian lebih lanjut tetap diperlukan.

Namun, potensi jahe dalam membantu meredakan kram tidak berarti jahe terbukti mempercepat haid, menambah volume darah menstruasi, atau mengatasi semua penyebab keterlambatan menstruasi.

Kunyit juga kerap dikonsumsi sebagai minuman tradisional saat menstruasi. Kandungan kurkumin di dalamnya memiliki potensi antiinflamasi yang diteliti dalam berbagai konteks kesehatan. Namun, bukti mengenai manfaatnya untuk gejala menstruasi tertentu tidak dapat disamakan dengan bukti bahwa kunyit mampu memperlancar aliran darah haid.

Pepaya, nanas, jahe, dan kunyit dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Namun, mengandalkannya sebagai cara untuk memicu menstruasi belum didukung bukti ilmiah yang memadai.

Makanan Bergizi yang Mendukung Kesehatan Selama Menstruasi

Jika tujuannya menjaga kesehatan selama menstruasi, perhatian lebih baik diarahkan pada kecukupan nutrisi daripada mencari makanan yang dapat mempercepat keluarnya darah haid.

Salah satu zat gizi yang perlu diperhatikan adalah zat besi. Tubuh menggunakan zat besi untuk membentuk hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen. Perempuan dengan perdarahan menstruasi banyak berisiko mengalami kekurangan zat besi, terutama jika asupan hariannya tidak mencukupi.

Sumber zat besi antara lain daging, ikan, ayam, telur, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Zat besi dari pangan hewani umumnya lebih mudah diserap tubuh dibandingkan zat besi dari sumber nabati. Mengonsumsi sumber zat besi bersama makanan kaya vitamin C, seperti jeruk, jambu biji, atau paprika, dapat membantu penyerapan zat besi dari pangan nabati. Meski demikian, zat besi bukan bahan untuk memperbanyak darah menstruasi. Fungsinya adalah membantu memenuhi kebutuhan tubuh dan mendukung pembentukan sel darah merah.

Kalsium juga menjadi perhatian dalam pembahasan gejala pramenstruasi atau premenstrual syndrome (PMS). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kecukupan kalsium berpotensi membantu mengurangi gejala PMS pada sebagian perempuan. Sumbernya meliputi susu, yoghurt, ikan yang dapat dimakan bersama tulangnya, serta pangan yang diperkaya kalsium.

Namun, manfaat nutrisi tersebut perlu ditempatkan secara proporsional. Mengonsumsi makanan bergizi tidak menjamin siklus menstruasi selalu teratur, sebab perubahan siklus juga dapat dipengaruhi stres, perubahan berat badan, aktivitas fisik berlebihan, gangguan tiroid, sindrom ovarium polikistik (PCOS), dan kondisi kesehatan lainnya.

Pola makan seimbang, tidur cukup, serta aktivitas fisik yang sesuai kebutuhan membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan. 

Haid Terlambat atau Darah Sedikit, Apa Penyebabnya?

Menstruasi terlambat tidak selalu menandakan masalah kesehatan. Siklus dapat berubah karena berbagai faktor, termasuk stres, perubahan pola hidup, penggunaan kontrasepsi hormonal, kehamilan, dan kondisi medis tertentu.

Jika menstruasi terlambat dan terdapat kemungkinan kehamilan, langkah pertama yang lebih tepat adalah melakukan tes kehamilan, bukan mengonsumsi makanan atau ramuan untuk memicu haid. Upaya memancing menstruasi dengan bahan tertentu tanpa mengetahui penyebab keterlambatan dapat menunda pemeriksaan yang dibutuhkan.

Perdarahan yang lebih sedikit daripada biasanya juga tidak otomatis menandakan gangguan. Namun, perubahan pola menstruasi yang menetap, perdarahan di luar jadwal, atau nyeri berat yang mengganggu aktivitas sebaiknya dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan. Apabila perdarahan sangat banyak hingga harus sering mengganti pembalut, terutama jika disertai pusing, lemas berat, atau sesak napas, pertolongan medis perlu segera dicari.

Makanan bergizi dapat mendukung kesehatan tubuh selama siklus menstruasi, tetapi tidak sama dengan obat untuk mengatasi haid terlambat. Pepaya, nanas, jahe, dan kunyit boleh dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang wajar, selama tidak ada kondisi yang membuatnya perlu dibatasi.

Hal terpenting bukan mencari makanan yang dipercaya bisa memaksa haid keluar, melainkan memahami pola siklus sendiri dan mengenali kapan perubahan menstruasi memerlukan pemeriksaan medis. (bl/sa)

Google News Lihat Berita Bacaini.id di Google News
Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: haidhaid terlambatkesehatankesehatan perempuanmakanan pelancar haidmenstruasipelancar haidsiklus menstruasi
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pepaya, nanas, jahe, dan kunyit yang dipercaya dapat melancarkan haid

Pepaya, Nanas, hingga Jahe untuk Melancarkan Haid, Benarkah Efektif?

Ilustrasi kepala desa dan kehidupan masyarakat Desa Perdikan di Jawa

Saat Kepala Desa Bebas Pajak dan Tak Tunduk kepada Bupati

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Foto: tangkapan layar

Perjalanan Karier Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN yang Dipanggil KPK dalam Kasus Summarecon

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In