Poin Penting:
- Sebanyak 17 warga Desa Kedunglurah, Trenggalek, mengalami gejala sakit setelah menghadiri hajatan aqiqah pada Selasa (6/10/2026).
- Para warga mengalami diare, nyeri perut, muntah hingga demam dan sebagian menjalani rawat inap di sejumlah puskesmas.
- Dinas Kesehatan Trenggalek belum memastikan penyebabnya karena sampel makanan yang tersisa sudah tidak memenuhi syarat untuk pemeriksaan laboratorium.
Bacaini.ID, TRENGGALEK – 17 warga Trenggalek sakit usai hajatan aqiqah di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan. Mereka mengalami sejumlah gejala, mulai diare, nyeri perut, muntah hingga demam dan mendapat perawatan di beberapa fasilitas kesehatan.
Para warga diketahui sebelumnya menghadiri undangan hajatan pada Selasa (6/10/2026) pukul 19.00 WIB. Keluhan mulai dirasakan pada Rabu sore hingga malam. Beberapa orang kemudian menjalani rawat inap di puskesmas dan lainnya rawat jalan. Spekulasinya mengalami dugaan keracunan makanan.
Tercatat di Puskesmas Pule sebanyak 10 pasien. Rinciannya tujuh pasien menjalani rawat jalan dan tiga lainnya rawat inap. Kemudian di Puskesmas Suruh empat pasien, yakni satu pasien rawat jalan dan tiga pasien rawat inap.
Sedangkan dua pasien melakukan rawat jalan di salah satu klinik kesehatan di wilayah Bendorejo. Sementara satu pasien menjalani rawat inap di Puskesmas Pogalan.
“Perkembangan terbaru datang dari Puskesmas Pogalan. Terdapat satu pasien yang menjalani rawat inap dengan keluhan diare. Namun, kondisi pasien tersebut kini dilaporkan sudah membaik,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, Andiek Muarifin kepada wartawan Kamis (8/10/2026).
Sebagian besar kondisi warga sudah berangsur membaik. Beberapa di antaranya telah sembuh. Meski demikian, Dinas Kesehatan belum bisa memastikan penyebab gejala keracunan berasal dari makanan atau minuman yang dikonsumsi saat hajatan.
Sementara sampel makanan yang tersisa, kata Andiek sudah tidak memenuhi syarat untuk pemeriksaan laboratorium. Beberapa menu telah habis, sedangkan sisa makanan lain sudah dalam kondisi berjamur.
Berdasarkan informasi di lapangan, hidangan yang disajikan antara lain sate kambing, gulai, es degan dan minuman konyaku. Sementara tamu yang hadir juga membawa pulang bingkisan berupa roti bolu pisang. (aby/sa)




