• Login
Bacaini.id
Tuesday, October 6, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kenapa Perempuan Sering Merasa Bersalah Saat Memilih Diri Sendiri?

Perempuan sejak lama ditempatkan sebagai sosok yang pengertian, penyabar dan mampu mengurus banyak hal sekaligus. Akibatnya, memenuhi kebutuhan orang lain bisa terasa seperti kewajiban.

ditulis oleh Hari Tri Wasono
6 October 2026 12:04
Durasi baca: 2 menit
Ilustrasi perempuan bimbang. Foto: bacaini/AI

Ilustrasi perempuan bimbang. Foto: bacaini/AI

Reporter: Hari Tri Wasono | Editor: Editor

Bacaini.ID, KEDIRI – Maya sebenarnya ingin tidur lebih awal malam itu. Seharian ia bekerja, masih harus mengurus rumah, membalas pesan keluarga, dan memastikan kebutuhan anaknya beres. Ketika seorang teman mengajaknya bertemu, ia ingin mengatakan tidak.

Tapi kalimat yang keluar justru, “Ya sudah, aku ikut.”

Bukan karena Maya tidak lelah. Ia hanya merasa tidak enak jika menolak.

Kisah seperti Maya mungkin terasa akrab bagi banyak perempuan. Ada yang sulit mengatakan tidak kepada teman, merasa bersalah ketika mengambil waktu untuk diri sendiri, atau tetap membantu orang lain meski sebenarnya sedang kehabisan tenaga.

Yang sering menjadi persoalan bukan ketidakmampuan mengatakan “tidak”, melainkan rasa bersalah setelah mengatakannya.

Perempuan sejak lama kerap ditempatkan dalam peran sebagai sosok yang pengertian, penyabar dan mampu mengurus banyak hal sekaligus. Akibatnya, memenuhi kebutuhan orang lain bisa terasa seperti kewajiban, sementara memenuhi kebutuhan diri sendiri justru dianggap egois.

Psikolog Klinis Adelia Octavia Siswoyo, M.Psi., Psikolog, mengingatkan bahwa perempuan tetap berhak memiliki boundaries atau batasan dalam relasi. Mendampingi dan memperhatikan orang lain tidak berarti harus mengesampingkan kebutuhan serta pertumbuhan diri sendiri.

Hal serupa juga dijelaskan psikolog Andi Cahyadi. Menurutnya, mengatakan “tidak” bukan berarti seseorang menjadi tidak peduli. Menjaga batas kemampuan diri merupakan bagian dari menjaga kesehatan mental.

Itulah yang sering dilupakan.

Memilih beristirahat setelah bekerja seharian bukan berarti tidak peduli keluarga. Menolak pekerjaan tambahan karena sudah terlalu lelah bukan berarti malas. Menghabiskan waktu sendirian bukan berarti menjauh dari orang-orang yang disayangi.

Ada perbedaan antara egois dan menjaga batas diri. Egois berarti hanya memikirkan kepentingan sendiri tanpa mempertimbangkan orang lain. Sementara memiliki batas berarti menyadari bahwa tenaga, waktu dan perasaan kita juga memiliki batas.

Mungkin karena itu, perempuan tidak perlu buru-buru merasa bersalah ketika mulai berkata, “Tidak kali ini.”

Orang lain mungkin kecewa. Itu bisa terjadi. Tetapi perasaan orang lain bukan seluruhnya menjadi tanggung jawab kita.

Seperti Maya, mungkin yang perlu dipelajari bukan bagaimana selalu menyenangkan semua orang, melainkan bagaimana tetap menjadi perempuan yang peduli tanpa harus terus-menerus mengorbankan dirinya.

Sebab memilih diri sendiri sesekali bukan bentuk keegoisan. Kadang, itu justru bentuk paling sederhana dari menghargai diri sendiri. (htw/edt)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bacagayaKesehatanMentalPerempuanBerdayaSelfWorth
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi perempuan bimbang. Foto: bacaini/AI

Kenapa Perempuan Sering Merasa Bersalah Saat Memilih Diri Sendiri?

Ilustrasi Final FIFA ASEAN Cup 2026. Foto: bacaini/AI

Final Indonesia-Thailand Baru “Hidup” Setelah Menit ke-84

Berbagai bumbu dapur dan rempah untuk memahami fungsi bumbu dalam masakan

Bukan Sekadar Resep, Ini Cara Memahami Fungsi Bumbu agar Masakan Lebih Sedap

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In