Bacaini.ID, KEDIRI – Muhammad Hasbi Al Aqib, siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Pemalang, meninggal dunia pada 30 September 2026 setelah mengalami penganiayaan berat di sekolah. Organ dalamnya rusak dengan memar di bagian luar. Sungguh kondisi yang berat untuk anak berusia tujuh tahun.
Peristiwa yang entah sudah keberapa kali terjadi ini tak hanya terjadi di lingkungan sekolah umum. Lembaga pendidikan agamis seperti pondok pesantren tak luput dari peristiwa mengerikan yang berakhir hilangnya nyawa santri.
Apa yang sebenarnya terjadi di lembaga pendidikan kita?
Anak yang berangkat ke sekolah tidak semestinya membawa kecemasan tentang siapa yang akan menyakitinya hari itu. Apalagi sampai harus menanggung luka yang kemudian baru diketahui setelah mendapat pemeriksaan medis.
Dalam kehidupan sekolah, konflik antaranak bukan sesuatu yang sepenuhnya bisa dihindari. Anak-anak sedang belajar bergaul. Mereka bisa bertengkar, berebut mainan, saling mengejek, atau berselisih karena persoalan yang bagi orang dewasa mungkin terlihat kecil.
Persoalannya muncul ketika kekerasan dianggap sebagai bagian biasa dari proses tersebut.
Kalimat seperti “namanya juga anak-anak” sering digunakan untuk menyelesaikan persoalan sebelum orang dewasa benar-benar mengetahui apa yang terjadi. Padahal, justru karena anak-anak belum sepenuhnya mampu mengelola emosi dan memahami konsekuensi tindakannya, mereka membutuhkan pendampingan orang dewasa.
Seorang anak yang berulang kali menjadi sasaran ejekan atau kekerasan belum tentu mampu datang kepada guru dan menceritakan semuanya. Ia mungkin takut, atau bahkan merasa tidak akan dipercaya dan menjadi lebih buruk jika bercerita.
Di sinilah kepekaan orang dewasa menjadi penting.
Guru dan orang tua tidak cukup hanya menunggu anak mengatakan bahwa dirinya sedang bermasalah. Perubahan perilaku, keengganan pergi ke sekolah, menjadi lebih pendiam, kehilangan minat bermain, atau terlihat takut bertemu orang tertentu seharusnya menjadi alasan untuk bertanya lebih jauh.
Bukan untuk menginterogasi, melainkan untuk memastikan bahwa anak baik-baik saja.
Sekolah Harus Berani Membuka Persoalan
baca halaman selanjutnya…………




