• Login
Bacaini.id
Sunday, October 4, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Stop Normalisasi “Namanya Juga Anak-Anak”

ditulis oleh Hari Tri Wasono
4 October 2026 08:17
Durasi baca: 4 menit
Reporter: Hari Tri Wasono | Editor: Editor

Bacaini.ID, KEDIRI – Muhammad Hasbi Al Aqib, siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Pemalang, meninggal dunia pada 30 September 2026 setelah mengalami penganiayaan berat di sekolah. Organ dalamnya rusak dengan memar di bagian luar. Sungguh kondisi yang berat untuk anak berusia tujuh tahun.

Peristiwa yang entah sudah keberapa kali terjadi ini tak hanya terjadi di lingkungan sekolah umum. Lembaga pendidikan agamis seperti pondok pesantren tak luput dari peristiwa mengerikan yang berakhir hilangnya nyawa santri.

Apa yang sebenarnya terjadi di lembaga pendidikan kita?

Anak yang berangkat ke sekolah tidak semestinya membawa kecemasan tentang siapa yang akan menyakitinya hari itu. Apalagi sampai harus menanggung luka yang kemudian baru diketahui setelah mendapat pemeriksaan medis.

Dalam kehidupan sekolah, konflik antaranak bukan sesuatu yang sepenuhnya bisa dihindari. Anak-anak sedang belajar bergaul. Mereka bisa bertengkar, berebut mainan, saling mengejek, atau berselisih karena persoalan yang bagi orang dewasa mungkin terlihat kecil.

Persoalannya muncul ketika kekerasan dianggap sebagai bagian biasa dari proses tersebut.

Kalimat seperti “namanya juga anak-anak” sering digunakan untuk menyelesaikan persoalan sebelum orang dewasa benar-benar mengetahui apa yang terjadi. Padahal, justru karena anak-anak belum sepenuhnya mampu mengelola emosi dan memahami konsekuensi tindakannya, mereka membutuhkan pendampingan orang dewasa.

Seorang anak yang berulang kali menjadi sasaran ejekan atau kekerasan belum tentu mampu datang kepada guru dan menceritakan semuanya. Ia mungkin takut, atau bahkan merasa tidak akan dipercaya dan menjadi lebih buruk jika bercerita.

Di sinilah kepekaan orang dewasa menjadi penting.

Guru dan orang tua tidak cukup hanya menunggu anak mengatakan bahwa dirinya sedang bermasalah. Perubahan perilaku, keengganan pergi ke sekolah, menjadi lebih pendiam, kehilangan minat bermain, atau terlihat takut bertemu orang tertentu seharusnya menjadi alasan untuk bertanya lebih jauh.

Bukan untuk menginterogasi, melainkan untuk memastikan bahwa anak baik-baik saja.

Sekolah Harus Berani Membuka Persoalan

baca halaman selanjutnya…………

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Page 1 of 2
12Next
Tags: aqibbullyingPerundunganAnak
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pemulihan aset negara Rp401 triliun oleh pemerintah

Petani Kaya Bukan Mitos, Tapi Juga Bukan Takdir

Stop Normalisasi “Namanya Juga Anak-Anak”

Sport Tourism di Kota Kediri Menggeliat, 25 Tim Ramaikan Kejuaraan Barongsai dan Naga Wali Kota Kediri Cup 2026

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In