Bacaini.ID, KEDIRI – Pemberhentian Kapolri Jenderal Listyo Sigit oleh Presiden Prabowo Subianto memunculkan spekulasi tentang kemungkinan perombakan di jajaran Polri. Sejumlah perwira tinggi yang dikenal dekat dengan Listyo turut disebut-sebut.
Berikut penulusuran Bacaini.ID tentang jejak mutasi, riwayat jabatan, dan pemberitaan tentang orang-orang dekat Listyo.
Dedi Prasetyo
Komjen Dedi Prasetyo adalah nama yang paling kuat jika kita bicara tentang lingkaran kepemimpinan Listyo. Listyo menunjuk Dedi menjadi Wakapolri pada Agustus 2025, setelah sebelumnya Dedi menjabat Irwasum. Sebelumnya lagi, Dedi pernah menjadi Kadiv Humas ketika Listyo menjadi Kapolri.
Sejumlah media bahkan secara eksplisit menyebut Dedi sebagai orang dekat atau orang kepercayaan Listyo. Yang menarik secara politik-organisasi, Wakapolri adalah posisi nomor dua di Polri.
Jadi kalau kita ingin mencari siapa figur yang secara struktural paling dekat dengan kepemimpinan Listyo pada fase akhir masa jabatannya, Dedi adalah nama yang sangat relevan.
Ahrie Sonta
Nama kedua yang menarik adalah Brigjen Ahrie Sonta. Hubungannya dengan Listyo bukan sekadar karena pernah mendapat jabatan pada masa Listyo. Ketika Listyo menjalani fit and proper test sebagai calon Kapolri di DPR pada 2021, Ahrie Sonta termasuk personel yang dibawa mendampingi Listyo. Saat itu Ahrie masih berpangkat AKBP dan menjadi Kapolres Tanjung Priok.
baca ini: Prabowo Kirim Surpres, Era Listyo Sigit di Polri Berakhir?
Menariknya, beberapa tahun kemudian Ahrie justru masuk ke lingkaran kekuasaan yang berbeda. Ia menjadi ajudan Presiden Prabowo.
Artinya, Ahrie bisa menjadi contoh menarik bahwa seseorang yang dikenal dekat dengan Listyo kemudian memiliki akses langsung ke pusat kekuasaan pemerintahan baru. Ini membuat kategorisasi “gerbong Listyo” menjadi tidak sederhana.
Johnny Eddizon Isir
Irjen Johnny Eddizon Isir juga layak dimasukkan dalam daftar untuk ditelusuri. Pada Januari 2026, ketika Listyo masih Kapolri, Johnny dipindahkan dari Kapolda Papua Barat menjadi Kadiv Humas Polri. Mutasi itu tercantum dalam ST/99/I/KEP/2026.
Tetapi ada catatan penting. Johnny sebelumnya adalah ajudan Presiden Joko Widodo pada 2017–2019.
Johnny merupakan salah satu perwira yang mendapat posisi strategis pada masa kepemimpinan Listyo, tetapi memiliki jaringan karier yang juga bersinggungan dengan pemerintahan Jokowi.
baca halaman selanjutnya………..




