Poin Penting:
- Tradwife adalah konsep pembagian peran rumah tangga tradisional, bukan sekadar status sebagai ibu rumah tangga.
- Media sosial membuat kehidupan domestik menjadi konten publik yang dikemas secara estetis dan menarik audiens.
- Fenomena tradwife di media sosial tidak otomatis mencerminkan kehidupan perempuan secara keseluruhan, karena konten dapat menjadi bagian dari identitas maupun strategi pemasaran.
Bacaini.ID, KEDIRI – Tradwife atau traditional wife belakangan ramai diperbincangkan di media sosial yang muncul dalam konten dengan visual yang rapi dan estetis. Apa itu tradwife? Istilah ini menggambarkan perempuan yang memilih pembagian peran rumah tangga secara lebih tradisional, dengan suami sebagai pencari nafkah utama sementara istri berfokus pada rumah, pengasuhan anak, dan kebutuhan keluarga.
Di Indonesia, fenomena tradwife sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Perempuan atau ibu rumah tangga yang berfokus pada pekerjaan rumah tangga dan suami sebagai pencari nafkah utama sudah lama jadi bagian dari kehidupan keluarga. Yang relatif baru adalah label, estetika, dan cara kehidupan domestik tersebut dipresentasikan sebagai sebuah gaya hidup di media sosial.
Tradwife Bukan Sekadar Ibu Rumah Tangga
Tradwife berasal dari traditional wife, istilah yang umumnya digunakan untuk menggambarkan perempuan yang secara sadar menjalani pembagian peran rumah tangga yang dianggap tradisional. Dalam model yang paling umum, suami menjadi pencari nafkah utama, sedangkan istri berfokus pada rumah, pengasuhan anak, dan kebutuhan keluarga.
Namun istilah ini tidak memiliki satu definisi yang berlaku mutlak. Sebagian perempuan dengan identitas tradwife memang tidak bekerja di luar rumah. Sebagian lainnya tetap memiliki usaha atau menghasilkan pendapatan dari rumah.
Karena itu, ibu rumah tangga dan tradwife tidak selalu berarti hal yang sama. Perempuan yang menjadi ibu rumah tangga karena kondisi ekonomi keluarga, kesepakatan dengan pasangan, sulit mendapatkan pekerjaan, atau alasan pengasuhan anak belum tentu mengidentifikasi dirinya sebagai tradwife.
Sebaliknya, seseorang dapat menggunakan konsep tradwife sebagai bagian dari nilai atau identitas kehidupannya meskipun tetap memiliki aktivitas ekonomi. Yang menjadi ciri utama konsep tradwife adalah pandangan mengenai pembagian peran dalam rumah tangga, bukan sekadar status pekerjaan perempuan.
Fenomena Konten Tradwife di Media Sosial
Popularitas tradwife tidak dapat dilepaskan dari media sosial. TikTok, Instagram, YouTube, dan platform lain memungkinkan aktivitas domestik yang sebelumnya berlangsung di ruang privat berubah menjadi konten publik. Memasak, menata rumah, membuat bekal, merawat anak, memilih pakaian feminin, hingga menjalani rutinitas bersama suami dapat dikemas sebagai daily life content.
Peneliti media juga telah lama melihat bagaimana platform digital tidak hanya menjadi tempat orang membagikan kehidupan, namun juga membentuk cara kehidupan tersebut dipresentasikan. Algoritma dapat memperkuat jenis konten yang mendapatkan perhatian sehingga gaya hidup tertentu tampak lebih dominan daripada kondisi sebenarnya di masyarakat.
Karena itu, banyaknya konten tradwife tidak bisa langsung dianggap sebagai bukti bahwa mayoritas perempuan sedang beralih ke kehidupan tradisional.
Di sisi lain, fenomena tersebut tetap menunjukkan adanya ketertarikan terhadap gagasan kehidupan domestik yang lebih tradisional.
Bagi sebagian perempuan, kehidupan seperti ini dapat dipandang sebagai pilihan yang memberikan fokus lebih besar pada keluarga, rumah, dan pengasuhan. Ada pula yang melihatnya sebagai alternatif terhadap tekanan kehidupan kerja modern.
Namun, gambaran di media sosial juga sering kali hanya memperlihatkan bagian tertentu dari kehidupan. Rumah yang selalu rapi, makanan yang dibuat dari nol, pakaian yang tertata, dan rutinitas keluarga yang terlihat tenang tidak selalu menunjukkan keseluruhan beban pekerjaan domestik di baliknya.
Karena itu, tradwife sebagai konten media sosial dan tradwife sebagai kehidupan nyata perlu dibedakan.
Seringkali, konten tradwife hanya merupakan niche yang dipilih konten kreator untuk mendapatkan audiens dengan tujuan marketing barang kebutuhan rumah tangga.
Mengapa Konsep Tradwife Tidak Asing di Indonesia?
Di Indonesia, istri tradisional lebih dikenal karena kondisi sosial yang berbeda dengan negara-negara Barat.
Badan Pusat Statistik (BPS) secara rutin menunjukkan adanya perbedaan partisipasi laki-laki dan perempuan dalam pasar kerja. Pada saat yang sama, pekerjaan domestik dan pengasuhan masih menjadi bagian besar dari kehidupan perempuan Indonesia, baik bagi mereka yang bekerja maupun yang tidak bekerja di luar rumah.
Ini menunjukkan bahwa, meskipun semakin banyak perempuan pekerja di Indonesia, tidak mengurangi peran mereka sebagai penanggung jawab urusan rumah tangga sampai pengasuhan anak.
Tradwife pada akhirnya bukan sekadar soal memasak, memakai gaun, atau menjadi ibu rumah tangga. Ia merupakan konsep mengenai peran, nilai, dan pembagian tanggung jawab dalam keluarga yang kini mendapatkan bentuk baru melalui media sosial. (bl/sa)




