Poin Penting:
- Percasi Kota Blitar memiliki Kantin Kejujuran tanpa penjaga dengan sistem ambil dan bayar sendiri.
- Kantin menjadi sarana menanamkan kejujuran dan sportivitas kepada atlet, khususnya pecatur sejak usia dini.
- Sekretariat Percasi Blitar dibuka 24 jam untuk anak-anak, atlet, dan masyarakat yang ingin bermain atau belajar catur.
Bacaini.ID, BLITAR – Namanya Kantin Kejujuran Percasi Kota Blitar. Bukan hanya atlet. Siapa saja yang datang ke sekretariat Cabang Olahraga (Cabor) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Blitar, Jawa Timur bisa memanfaatkannya.
Ada macam-macam snack (jajanan). Tersedia kue kering. Juga air mineral, kopi serta kebutuhan ringan lain, yang semuanya dijual untuk umum, lengkap beserta daftar harganya.
Mengusung konsep self service, pembeli Kantin Kejujuran Percasi bisa langsung ambil sendiri barang yang diinginkan. Tersedia kotak sebagai tempat uang dan bisa ambil kembalian sendiri.
“Ini namanya Kantin Kejujuran. Tidak ada yang menjaga. Siapa saja yang mengambil jajanan, silakan membayar sesuai harga yang tertera dan uangnya dimasukkan ke kotak yang sudah disediakan,” tutur Ketua Umum Cabor Percasi Kota Blitar, Mohammad Trijanto Senin (21/9/2026).
Berlokasi di salah ruko di komplek Stadion Soeprjadi Kota Blitar, Kantin Kejujuran Percasi hadir di tengah situasi anggaran pembinaan atlet yang serba terbatas. Yang di saat sama juga berlangsung ‘hiruk pikuk’ di KONI Kota Blitar.
Bukan sekedar menyediakan makanan dan minuman. Keberadaan Kantin Kejujuran Percasi juga bagian dari menanamkan nilai sportivitas sejak dini kepada para atlet, khususnya pecatur. Sportivitas atlet dan kejujuran atlet.
Menurut Trijanto, kejujuran adalah nilai yang penting dalam olahraga, khususnya dalam pembinaan atlet catur. Sebab bukan hanya soal kemampuan menyusun strategi dan mengalahkan lawan, tetapi juga berkaitan dengan sikap, kedisiplinan dan sportivitas.
Para atlet yang datang untuk berlatih maupun bermain catur diharapkan terbiasa dengan nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kejujuran diharapkan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembinaan atlet.
“Catur itu mengajarkan sportivitas. Dengan kejujuran, semua bisa berjalan dengan baik. Kita ingin nilai itu tidak hanya ada di papan catur, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Trijanto.
Pada perspektif lain, keberadaan Kantin Kejujuran Percasi juga menjadi gambaran bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti melakukan pembinaan.
Kemandirian dan kreativitas menjadi salah satu pilihan yang dilakukan untuk menjaga semangat para atlet sekaligus mempertahankan keberadaan ruang pembinaan catur di Kota Blitar.
“Kita tidak ingin keterbatasan anggaran kemudian membuat semangat pembinaan berhenti. Justru kita harus kreatif dan mandiri. Apa yang bisa kita lakukan, kita lakukan bersama,” ungkapnya.
Sekretariat Percasi Blitar Dibuka 24 Jam
Sekretariat Percasi Kota Blitar terbuka 24 jam. Dengan dua pengurus yang berjaga bergantian, warga Kota Blitar, utamanya yang menyukai catur bisa memanfaatkan sebagai ruang bertemu dan berlatih catur.
Menurut Trijanto, para atlet dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) dapat memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mengasah kemampuan sekaligus meningkatkan jam terbang permainan.
“Sekretariat Percasi ini kita buka untuk siapa saja yang ingin bermain catur. Mulai dari anak-anak SD, SMP, SMA, atlet maupun masyarakat umum yang memang mempunyai hobi dan kecintaan terhadap catur,” terang Trijanto.
Trijanto juga mengatakan, salah satu tujuan dibukanya sekretariat 24 jam adalah menciptakan ruang yang lebih terbuka bagi masyarakat pecinta catur. Sekretariat tidak hanya berfungsi kantor organisasi, tapi juga menjadi salah satu pusat aktivitas catur di Kota Blitar.
Dengan demikian diharapkan akan semakin banyak anak muda yang tertarik menekuni olahraga catur. Hal itu sekaligus bukti pembinaan atlet tidak selalu dengan fasilitas mahal. Yang terpenting ada kemauan, ruang berlatih serta konsistensi pembinaan.
“Harapannya sekretariat ini bisa menjadi rumahnya pecatur Kota Blitar. Anak-anak bisa datang, bermain, belajar, berdiskusi dan meningkatkan kemampuan. Masyarakat juga bisa datang dan bermain catur dengan nyaman,” pungkasnya. (sa/edt)




