Poin Penting:
- Barang temuan di perairan Selat Sunda dipastikan bukan milik KM Arupadhatu 1.
- Polda Banten menyatakan helm, jeriken dan dua life jacket memiliki ciri berbeda dengan perlengkapan kapal.
- Lima jurnalis foto dan tiga awak kapal masih dalam proses pencarian setelah hilang kontak sejak 7 September 2026
Bacaini.ID, CILEGON – Sejumlah barang yang ditemukan oleh KN SAR Tetuka di perairan Selat Sunda sebelah timur Pulau Rakata pada Sabtu (12/9/2026), dipastikan bukan milik KM Arupadhatu 1 yang mengangkut lima orang jurnalis yang dinyatakan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sejumlah barang temuan di selat Sunda itu terdiri dari satu helm plastik berwarna merah, satu buah jeriken plastik berwarna biru dengan tutup hitam, serta dua buah life jacket berwarna oranye. Semuanya telah diperiksa oleh Polda Banten melalui Ditpolairud.
Dalam keterangan rilisnya, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan bahwa barang-barang temuan tersebut telah diserahterimakan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES.II dinyatakan bukan milik kapal, karena life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning dan ungu serta tidak memiliki tulisan MILLES.II,” ujarnya pada Minggu (13/09/2026).
Sementara terhadap jeriken berwarna biru, dijelaskan berdasarkan pemeriksaan diketahui isi jeriken mengeluarkan aroma minyak sayur dan bukan bahan bakar Pertamax yang digunakan KM Arupadhatu 1. Terdapat perbedaan fisik antara jeriken temuan dengan jeriken milik kapal.
“Jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, memiliki tutup berwarna putih dan polos tanpa penanda. Sedangkan jeriken yang ditemukan berwarna biru tua, berkapasitas 35 liter, berbentuk panjang, memiliki tutup berwarna hitam dan terdapat tulisan pada bagian jeriken,” jelasnya.
Adapun satu buah helm plastik berwarna merah juga dinyatakan bukan milik KM Arupadhatu 1 karena kapal tersebut tidak memiliki maupun menyediakan helm jenis tersebut di atas kapal. Kombes Pol Maruli menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Setiap perkembangan terkait proses pencarian dan pemeriksaan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi,” pungkasnya.
Seperti diketahui, lima jurnalis dilaporkan hilang kontak sejak Senin 7 September 2026. Mereka yang semuanya jurnalis foto tersebut adalah M Bagus Khoirunnas (LKBN Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu) dan Donal (Freelance).
Mereka diketahui berangkat dengan speedboat dari Dermaga Pagedongan Carita pada Senin 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB untuk liputan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang sedang mengalami erupsi. Menyertai di kapal speedboat, Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) selaku ABK dan Heriyanto (49) selaku guide.
Kelima jurnalis tersebut diketahui sempat melakukan komunikasi dengan jurnalis Lampung pada pukul 14.42 WIB dan menjadi komunikasi terakhir sebelum kemudian dinyatakan hilang kontak. (sa/edt)




