Bacaini.ID, KEDIRI – Solo traveling semakin diminati karena menawarkan keleluasaan menentukan tujuan, waktu, hingga aktivitas tanpa harus menyesuaikan dengan orang lain. Namun bagi perempuan persiapan keamanan solo traveling perlu mendapat perhatian lebih. Bukan berarti selalu berbahaya, namun bepergian tanpa teman atau keluarga membuat seseorang harus lebih mandiri dalam mengambil keputusan ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.
Kini, pilihan untuk menggunakan private guide perempuan juga mudah ditemukan di media sosial. Ini dapat menjadi pilihan saat memutuskan untuk solo traveling ke destinasi tertentu.
Riset Destinasi Sebelum Berangkat
Persiapan solo traveling sebaiknya dimulai sebelum perjalanan. Cari tahu kondisi destinasi, termasuk aturan setempat, kawasan yang sebaiknya dihindari, pilihan transportasi, kondisi cuaca, serta kebiasaan masyarakat lokal. Informasi tersebut membantu wisatawan menentukan rute dan aktivitas yang lebih realistis.
Jika bepergian ke luar negeri, periksa pula informasi perjalanan dari sumber resmi pemerintah dan pastikan mengetahui alamat serta nomor kontak perwakilan Indonesia di negara tujuan.
Jangan hanya mengandalkan konten wisata di media sosial. Tempat yang terlihat menarik dalam video belum tentu sesuai dengan kondisi sebenarnya, terutama dari sisi akses transportasi atau keamanan ketika dikunjungi sendirian.
Simpan pula alamat penginapan dan rute menuju lokasi tujuan secara offline. Langkah ini berguna ketika koneksi internet bermasalah.
Pilih Penginapan dengan Pertimbangan Keamanan
Harga bukan satu-satunya pertimbangan ketika memilih tempat menginap. Untuk solo traveler perempuan, lokasi dan akses menuju penginapan juga penting. Akomodasi yang berada di kawasan dengan akses transportasi jelas dan lingkungan yang ramai dapat menjadi pilihan yang lebih praktis dibandingkan tempat yang terlalu terpencil.
Sebelum memesan, periksa ulasan tamu sebelumnya. Perhatikan komentar mengenai akses menuju penginapan, keamanan lingkungan, kondisi kamar, serta pelayanan staf. Setelah tiba, pastikan pintu kamar dapat dikunci dengan baik. Jangan memberikan informasi kamar kepada orang yang tidak berkepentingan dan hindari mengumumkan lokasi penginapan secara real time di media sosial.
Jika ada orang yang membuat tidak nyaman atau mencoba mengikuti hingga ke tempat menginap, segera hubungi petugas hotel atau pihak keamanan.
Bagikan Rencana Perjalanan kepada Orang Terpercaya
Solo traveling bukan berarti tidak ada orang yang mengetahui keberadaan kita. Sebelum berangkat, berikan informasi dasar kepada keluarga atau teman, seperti jadwal perjalanan, nomor penerbangan atau kereta, nama penginapan, serta rencana aktivitas utama.
Untuk perjalanan beberapa hari, buat kesepakatan sederhana mengenai waktu untuk saling memberi kabar. Fitur berbagi lokasi juga dapat digunakan jika dianggap nyaman dan aman. Namun, informasi tersebut sebaiknya dibagikan kepada orang yang benar-benar dipercaya, bukan dipublikasikan secara terbuka.
Selain itu, simpan salinan digital dokumen penting seperti paspor, identitas, tiket, dan reservasi di tempat yang aman. Untuk perjalanan luar negeri, simpan pula kontak kedutaan atau konsulat Indonesia di negara tujuan.
Jangan Membawa Barang Berlebihan
Semakin banyak barang yang dibawa, semakin sulit pula mengawasinya ketika bepergian sendiri. Bawa barang yang memang diperlukan dan gunakan tas yang mudah diawasi. Hindari menaruh barang berharga di tempat yang sulit dijangkau atau meninggalkan tas tanpa pengawasan.
Uang tunai juga sebaiknya tidak disimpan seluruhnya di satu tempat. Dokumen perjalanan, kartu pembayaran, dan uang dapat dipisahkan sehingga risiko kehilangan seluruhnya dalam satu kejadian dapat dikurangi. Saat berada di tempat ramai seperti stasiun, pasar, atau transportasi umum, perhatikan barang bawaan dan lingkungan sekitar.
Gunakan Transportasi yang Jelas dan Terpercaya
Transportasi menjadi salah satu bagian penting dalam solo traveling. Jika menggunakan transportasi daring, periksa identitas pengemudi dan kendaraan sebelum masuk. Pastikan informasi perjalanan sesuai dengan aplikasi.
Hindari menerima tawaran transportasi dari orang yang tidak dikenal, terutama ketika baru tiba di bandara, terminal, atau stasiun. Jika harus menggunakan transportasi umum, pelajari rute dan jadwal terlebih dahulu. Untuk perjalanan malam, pertimbangkan kondisi kawasan dan ketersediaan transportasi sebelum menentukan aktivitas.
Tidak ada salahnya membayar sedikit lebih mahal untuk pilihan transportasi yang lebih jelas dan terpercaya jika situasinya memang membutuhkan.
Jangan Terlalu Terbuka kepada Orang Asing
Solo traveling memang membuka kesempatan bertemu banyak orang baru. Bersikap ramah tetap dapat dilakukan, tetapi informasi pribadi tidak perlu diberikan terlalu banyak.
Hindari menceritakan detail seperti tempat menginap, durasi perjalanan, atau bahwa tidak ada orang lain yang menunggu. Jika seseorang bertanya terlalu banyak dan membuat tidak nyaman, tidak ada kewajiban untuk menjawab.
Perhatikan pula batasan ketika berkenalan dengan sesama traveler. Tidak semua orang yang terlihat ramah otomatis dapat dipercaya.
Hindari Membagikan Lokasi Secara Real Time
Media sosial dapat menjadi cara menyimpan cerita perjalanan, tetapi ada baiknya tidak mengunggah seluruh aktivitas secara langsung.
Mengunggah foto hotel lengkap dengan nomor kamar, menunjukkan tiket perjalanan, atau memberikan informasi bahwa sedang sendirian di lokasi tertentu dapat memberikan terlalu banyak informasi kepada orang yang tidak dikenal.
Salah satu pilihan adalah mengunggah foto setelah meninggalkan lokasi tersebut. Dengan begitu, pengalaman perjalanan tetap dapat dibagikan tanpa memberikan informasi keberadaan secara real time.
Percaya pada Insting dan Berani Mengubah Rencana
Salah satu keterampilan penting ketika bepergian sendirian adalah mampu mengenali situasi yang membuat tidak nyaman.
Jika sebuah tempat, orang, atau situasi terasa mencurigakan, tidak perlu memaksakan diri hanya karena rencana sudah dibuat. Masuk ke tempat ramai, mendatangi meja informasi, meminta bantuan petugas, atau memesan transportasi untuk meninggalkan lokasi merupakan pilihan yang dapat dilakukan.
Tidak perlu merasa tidak enak karena membatalkan rencana ketika kondisi berubah. Dalam solo traveling, fleksibilitas justru menjadi bagian dari persiapan keamanan. Jadwal dapat diubah ketika cuaca memburuk, transportasi terganggu, atau situasi di suatu lokasi tidak sesuai perkiraan.
Siapkan Kontak Darurat
Simpan nomor layanan darurat di destinasi sebelum berangkat. Untuk perjalanan luar negeri, catat pula kontak kedutaan atau konsulat Indonesia. Selain nomor telepon, ketahui lokasi kantor polisi, rumah sakit, atau pusat informasi wisata terdekat dari tempat menginap.
Jika memiliki kondisi khusus yang membutuhkan obat rutin, pastikan persediaannya mencukupi selama perjalanan dan simpan obat di tempat yang mudah diakses.
Perjalanan yang aman bukan berarti harus selalu merasa takut. Justru, persiapan yang baik memungkinkan solo traveler lebih tenang menikmati perjalanan. (bl/sa)




