Bacaini.ID, VIETNAM – Badai Narra telah menewaskan satu orang dan menyebabkan banjir, tanah longsor, dan kerusakan properti yang meluas di seluruh Vietnam Utara setelah wilayah tersebut diguyur curah hujan ratusan milimeter. Satu orang dilaporkan tewas akibat tanah longsor yang menerjang Komune Thai Binh, Provinsi Lang Son.
Hujan lebat, badai petir, dan angin kencang merusak atau merobohkan atap 205 rumah dan merendam 2.506 rumah lainnya di provinsi Lang Son. Otoritas Manajemen Bencana dan Tanggul Vietnam (Vietnam Disaster and Dyke Management Authority) di bawah Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup, melaporkan dampak Badai Narra di wilayah Vietnam utara dan mencatat 7.877 hektar lahan pertanian terendam banjir atau rusak, termasuk 6.100 hektar di Lang Son, 1.699 hektar di Bac Ninh, dan 78 hektar di Quang Ninh.
Sebanyak 35 lokasi terkena tanah longsor atau banjir, menyebabkan gangguan lalu lintas, sementara 6.100 ternak dan unggas mati di Lang Son. Pihak berwenang setempat telah mengevakuasi 2.965 rumah tangga, termasuk 2.736 di Lang Son, 27 di Quang Ninh, 80 di Bac Ninh, dan 122 di Thanh Hoa.
Pusat Prakiraan Hidro-Meteorologi Nasional Vietnam menyatakan bahwa pada pukul 4 pagi tanggal 24 Agustus, badai tersebut berada di perairan timur laut zona khusus Bach Long Vi, sekitar 140 km timur-tenggara Quang Ninh dan 145 km timur Hai Phong, dengan kecepatan angin maksimum 88 km/jam, dan hembusan hingga 103-117 km/jam.
Selama tiga hingga enam jam terakhir, badai tersebut dilaporkan hampir tidak bergerak dan kini perlahan bergerak ke arah tenggara dengan kecepatan sekitar 3 km/jam. Meskipun badai tersebut tidak mencapai daratan, namun menyebabkan hujan lebat yang meluas di wilayah tersebut.
Dikutip dari VNExpress, Departemen Manajemen dan Konstruksi Pekerjaan Irigasi melaporkan, waduk-waduk di wilayah Vietnam Utara tetap aman hingga pukul 11 pagi pada tanggal 23 Agustus, tanpa adanya insiden yang dilaporkan. Untuk waduk yang rusak dan sedang dalam pembangunan, instansi terkait telah secara ketat menjaga pengaturan tugas dan menyiapkan peralatan serta material untuk tanggap darurat.
Pihak berwenang terus didesak untuk memantau topan secara ketat, dan memberi peringatan kepada nelayan, pemilik dan kapten kapal tentang pergerakan badai agar mereka dapat menghindari daerah berbahaya. Selain itu juga memastikan tempat berlabuh yang aman bagi kapal, mencegah orang tetap berada di atas kapal dalam kondisi berbahaya, dan bersiap siaga untuk operasi pencarian dan penyelamatan. (bl/sa)




