Poin Penting:
- DPS Muktamar ke-35 NU telah mencapai lebih dari 95 persen atau sedikitnya 525 peserta
- PBNU masih memutakhirkan data dan menerbitkan SK kepengurusan untuk memastikan hak kepesertaan cabang dan wilayah
- Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di Jombang pada 27-31 Agustus 2026
Bacaini.ID, JOMBANG – Daftar Peserta Sementara (DPS) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang telah mencapai lebih dari 95 persen atau sedikitnya 525 peserta. Pemutakhiran data peserta masih dilakukan untuk memastikan kepengurusan NU di tingkat cabang dan wilayah memiliki hak suara yang sah dalam muktamar.
Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang juga Ketua Panitia Pusat Muktamar ke-35 NU mengungkapkan hal itu saat meninjau persiapan Muktamar di Universitas KH. Wahab Chasbullah (Unwaha) Jombang. Kepengurusan yang menjadi dasar kepesertaan muktamar ditargetkan mencapai 560 lebih.
“DPS sekarang kita sudah 95 persen lebih. Sudah lebih dari 525,” ujar Gus Ipul kepada wartawan Senin (10/8/2026).
Menurut Gus Ipul, pemutakhiran DPS muktamar tidak hanya berkaitan dengan pendataan peserta, tapi juga memastikan kepengurusan NU di tingkat cabang dan wilayah memperoleh hak suara secara sah dalam muktamar.
PBNU, kata Gus Ipul, terus memproses penerbitan Surat Keputusan (SK) bagi kepengurusan yang telah memenuhi ketentuan. Langkah tersebut jadi bagian penting untuk memastikan hak kepesertaan dapat difasilitasi sesuai aturan organisasi.
“Intinya kita ingin hak cabang dan wilayah untuk ikut Muktamar bisa dilakukan, bisa difasilitasi dengan menerbitkan SK yang sah,” tegasnya.
Pemutakhiran DPS Menunggu Agenda NU di Daerah
Proses pemutakhiran data DPS muktamar masih berlangsung karena sejumlah kepengurusan NU di daerah masih menjalankan agenda organisasi, seperti konferensi wilayah maupun konferensi cabang.
Kondisi tersebut membuat data kepesertaan belum sepenuhnya final. Panitia pusat masih memberikan ruang bagi proses organisasi tersebut untuk berjalan sebelum data peserta ditetapkan definitif.
Gus Ipul memastikan proses tersebut terus dikawal agar kepesertaan muktamar dapat mencerminkan kepengurusan yang memiliki legitimasi organisasi. “Sekarang terus berproses, masih banyak juga yang melakukan konferensi wilayah maupun konferensi cabang,” ungkapnya.
Dengan capaian lebih dari 95 persen, PBNU optimistis proses pemutakhiran DPS dapat segera dituntaskan menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Sesuai jadwal muktamar digelar 27-31 Agustus 2026.
Selain menjadi forum permusyawaratan tertinggi organisasi, Muktamar akan menjadi momentum bagi NU untuk membahas berbagai agenda strategis organisasi ke depan. (sya/sa)




