Bacaini.ID, KEDIRI – Presiden Prabowo Subianto membongkar praktik under invoicing atau pelaporan nilai ekspor di bawah harga sebenarnya pada komoditas kelapa sawit. Ia menyebut praktik tersebut telah menyebabkan Indonesia kehilangan potensi devisa dalam jumlah besar selama bertahun-tahun.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Selasa, 21 Juli 2026, Prabowo mengungkapkan adanya selisih mencolok antara harga ekspor sawit yang tercatat di Indonesia dan harga jual di pasar internasional. “Harga yang dilaporkan saat keluar dari Indonesia sekitar Rp14.000–Rp15.000 per kilogram, sementara di pasar tujuan bisa mencapai Rp27.000,” ujarnya.
Menurut Prabowo, perbedaan harga hampir 50 persen itu menunjukkan adanya kebocoran devisa yang tidak dinikmati negara. Ia menilai praktik manipulasi dokumen ekspor dan permainan kontrak menjadi salah satu penyebab utama hilangnya kekayaan nasional. “Satu kali perjalanan ekspor, kita bisa kehilangan separuh nilai kekayaan kita,” tegasnya.
Untuk menutup celah tersebut, pemerintah tengah menyiapkan sistem tata kelola ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), entitas baru di bawah Danantara yang akan mengawasi transaksi ekspor komoditas strategis. Pembentukan DSI merupakan hasil koordinasi lintas lembaga antara Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, Dewan Ekonomi Nasional (DEN), dan tim ekonomi pemerintah.
Prabowo menjelaskan, sistem ekspor satu pintu ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi harga, mencegah praktik transfer pricing dan under invoicing, serta memastikan nilai tambah dari komoditas Indonesia kembali ke dalam negeri. “Kita tidak boleh lagi membiarkan aliran uang ratusan miliar dolar keluar dari negeri ini,” katanya.
Pemerintah menargetkan sistem pengawasan baru tersebut dapat segera diterapkan untuk komoditas strategis seperti kelapa sawit, batu bara, dan nikel. Langkah ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam upaya memperkuat kedaulatan ekonomi dan menjaga agar hasil sumber daya alam benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat Indonesia.
Penulis: Hari Tri Wasono




