• Login
Bacaini.id
Friday, July 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Teka-teki Evolusi Tubuh Manusia Kenapa Membesar, Terjawab

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
17 July 2026 07:05
Durasi baca: 4 menit
Ilustrasi evolusi manusia menunjukkan perubahan ukuran tubuh dari Australopithecus hingga Homo erectus berdasarkan penelitian terbaru

Penelitian terbaru menunjukkan ukuran tubuh manusia tidak membesar secara bertahap, melainkan mengalami lompatan evolusi sekitar 2–2,5 juta tahun lalu (foto/AI/Bacaini)

Poin Penting:

  • Studi terbaru mengungkap evolusi ukuran tubuh manusia tidak berlangsung secara bertahap, tetapi mengalami lompatan besar sekitar 2–2,5 juta tahun lalu
  • Homo erectus menjadi hominin pertama dengan ukuran tubuh mendekati manusia modern, sedangkan Homo floresiensis dan Homo naledi tetap bertubuh kecil
  • Ilmuwan menyimpulkan pembesaran tubuh berkaitan erat dengan perubahan pola makan, kemampuan menjelajah wilayah lebih luas, dan adaptasi ekologis selama evolusi manusia

Bacaini.ID, KEDIRI – Evolusi manusia terutama pada ukuran tubuh menjadi perdebatan para ilmuwan, dan Genus Homo diketahui tergolong kecil untuk ukuran tubuh manusia sekarang. Perubahan ukuran tubuh manusia modern yang lebih besar dibanding nenek moyangnya tersebut apakah terjadi secara bertahap selama jutaan tahun, atau mengalami lompatan dramatis?

Sebuah studi baru menunjukkan jawaban yang lebih rumit dan tidak sesederhana memilih dua di antara kemungkinan tersebut. Hal itu mengingat adanya lompatan evolusi besar sekitar 2 hingga 2,5 juta tahun lalu, mendekati masa kemunculan Homo rudolfensis atau Homo erectus/ergaster.

BACA JUGA: Penemuan Manusia Purba Tulungagung telah Berusia 135 Tahun

Penelitian yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) menunjukkan bahwa beberapa spesies hominin bergerak ke arah yang sangat berbeda. Homo floresiensis dan Homo naledi tetap berukuran kecil, sementara hominin awal Australopithecus rata-rata memiliki berat sekitar 40 kg dan tingginya kira-kira setinggi anak kecil.

Cabang Homo lainnya menjadi lebih besar, dengan Homo erectus/ergaster menjadi hominin pertama yang rata-rata memiliki berat sekitar 60 kg atau lebih, berat badan yang sebanding dengan banyak manusia modern.

Dikutip dari Sci Tech Daily, temuan dari Universitas Reading dan Universitas Oxford menantang gagasan umum bahwa nenek moyang manusia secara bertahap menjadi lebih besar dari waktu ke waktu dalam satu garis keturunan yang lurus dan sederhana.

Dr. Jacob Gardner, peneliti dari Universitas Reading, mengatakan, selama bertahun-tahun, berbagai penelitian menghasilkan kesimpulan yang berbeda tentang evolusi ukuran tubuh manusia. Ia berpendapat bahwa dari penelitian yang mereka lakukan, evolusi perubahan ukuran tubuh manusia kemungkinan besar adalah kombinasi dari pendapat-pendapat yang ada selama ini.

Untuk menelusuri pola evolusi ukuran tubuh manusia tersebut, para peneliti menganalisis perkiraan berat badan dari 386 fosil yang mewakili 21 spesies hominin, kelompok yang mencakup manusia modern dan kerabatnya yang telah punah. Mereka menggunakan model statistik untuk mengikuti bagaimana ukuran tubuh bergeser selama jutaan tahun.

BACA JUGA: Penelitian Terbaru: Homo floresiensis Ternyata Pemakan Bangkai Sisa Komodo

Penelitian-penelitian sebelumnya seringkali menghasilkan kesimpulan yang berbeda karena berfokus pada bagian-bagian catatan fosil yang berbeda. Beberapa menekankan kerabat awal seperti Australopithecus, sementara yang lain berkonsentrasi pada anggota Homo yang lain. Para peneliti juga menggunakan metode yang berbeda untuk memperkirakan massa tubuh dari tulang fosil.

Studi-studi tersebut juga seringkali tidak sepenuhnya memperhitungkan bagaimana spesies hominin saling berhubungan atau ketidakpastian dalam catatan fosil, termasuk pertanyaan tentang fosil mana yang termasuk spesies mana. Ketika faktor-faktor tersebut dimasukkan ke dalam satu model, perbedaan yang tampak mulai lebih masuk akal. Studi-studi tersebut tidak selalu saling bertentangan. Para peneliti menangkap bagian-bagian yang berbeda dari pola evolusi yang lebih kompleks.

Analisis baru ini menunjukkan bahwa berat badan meningkat secara bertahap di antara hominin awal seperti Australopithecus, kemudian meningkat tajam di kemudian hari dalam genus Homo.

Mengapa Tubuh Manusia Semakin Membesar?

Semakin membesarkanya ukuran tubuh manusia, sejalan dengan perubahan yang lebih luas dalam cara hidup spesies Homo selanjutnya. Nenek moyang manusia berjalan dengan dua kaki lebih efisien daripada hominin sebelumnya, mengonsumsi lebih banyak daging, dan melakukan perjalanan di wilayah yang lebih luas untuk mencari makanan dan habitat yang sesuai.

Ukuran tubuh yang lebih besar mungkin mendukung gaya hidup tersebut. Tubuh yang lebih besar dapat membantu manusia purba berpindah jarak jauh dan bertahan hidup dengan pola makan yang lebih beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ukuran tubuh terkait erat dengan pergeseran ekologis yang lebih luas tentang bagaimana nenek moyang mereka beradaptasi dengan lingkungan.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

BACA JUGA: Kota Blitar dan Kediri Masuk 10 Besar Garis Kemiskinan Tertinggi di Jatim dan artikel lainnya di rubrik EKONOMI

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: evolusievolusi manusiahomo erectusHomo Floresiensis
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi evolusi manusia menunjukkan perubahan ukuran tubuh dari Australopithecus hingga Homo erectus berdasarkan penelitian terbaru

Teka-teki Evolusi Tubuh Manusia Kenapa Membesar, Terjawab

Universitas Al-Qarawiyyin di Fez Maroko universitas tertua di dunia didirikan Fatima al-Fihri tahun 859 M

Universitas Al-Qarawiyyin, Kampus Tertua Dunia Didirikan Muslimah

Ilustrasi aktivitas masyarakat di Kota Blitar dan Kota Kediri terkait tingginya Garis Kemiskinan menurut data BPS Jawa Timur 2025

Kota Blitar dan Kediri Masuk 10 Besar Garis Kemiskinan Tertinggi di Jatim

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In