Bacaini.ID, KEDIRI – Nama Omah Sawah cukup terkenal di Kota Kediri. Berada di Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, kawasan ini berkembang sebagai magnet wisata budaya serta wadah kegiatan masyarakat.
Bagi yang belum tahu, Omah Sawah adalah ruang publik berbasis budaya dan komunitas yang menjadi pusat kegiatan warga, mulai dari festival kemerdekaan, pertunjukan seni jaranan, hingga bazar UMKM. Salah satu event yang terkenal di tempat ini adalah Festival Omah Sawah saat peringatan HUT RI tahun 2025.
Festival Kemerdekaan Omah Sawah kala itu diisi dengan upacara bendera dengan nuansa kearifan lokal yang diikuti berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, digelar pula berbagai lomba rakyat seperti memancing, tangkap belut, tarik tambang, lomba anak-anak, serta lomba ibu-ibu.
Tak hanya itu, kemeriahan Festival Kemerdekaan Omah Sawah juga menghadirkan Fun Race Vespa, festival layang-layang, lomba perahu mini, bazar UMKM dan pertunjukan seni tari jaranan.
baca ini:
Event besar lain yang tak kalah menarik adalah Ruwatan Agung Jaranan pada bulan April 2026. Ribuan warga memadati Omah Sawah untuk menyaksikan Sambung Roso dan Ruwatan Agung. Empat grup jaranan tampil maraton hingga malam hari. Prosesi ruwatan sakral yang didukung Pemerintah Kota Kediri ini digelar sebagai ungkapan syukur dan permohonan keselamatan, sekaligus bagian dari program Kediri City Tourism.
Omah Sawah juga menjadi salah satu tempat perhelatan Kejuaraan Bola Voly Wali Kota Cup dalam rangkaian peringatan HUT Kota Kediri ke-1147. Event yang berlangsung pada tanggal 4 – 25 Juli 2026 ini diikuti sejumlah tim voly dengan meriah.
Penggagas Omah Sawah
Keberadaan Omah Sawah yang menjadi ikon baru Kota Kediri tak lepas dari peran Edy Herwiyanto, founder yang mendirikan dan mengembangkan kawasan ini sebagai ruang publik berbasis budaya, komunitas, dan pemberdayaan UMKM. Anggota Polri aktif yang juga ayahanda Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati ini dikenal sebagai inisiator berbagai festival di Omah Sawah, termasuk Festival Kemerdekaan dan Ruwatan Agung Jaranan.
Dalam beberapa kesempatan, ia berharap Omah Sawah berperan sebagai ruang silaturahmi, pelestarian budaya, dan wadah kreativitas masyarakat Kediri. Kegiatan yang digelar di sana ditargetkan bisa menghidupkan kembali tradisi rakyat dalam format festival modern, memberi ruang ekspresi bagi komunitas seni dan pelaku usaha kecil, serta menjadi destinasi wisata budaya baru di Kota Kediri.
Dengan festival rutin, pertunjukan seni, dan bazar UMKM, Edy Herwianto berhasil menjadikan Omah Sawah sebagai ikon kebudayaan sekaligus pusat kebersamaan warga Kediri.
Timeline Omah Sawah Kediri
- 2023 – Gagasan Awal Edy Herwiyanto mulai merintis ide Omah Sawah sebagai ruang publik berbasis budaya dan komunitas. Konsepnya sederhana, sawah sebagai simbol kebersamaan warga.
- 2024 – Peresmian dan Kegiatan Perdana Omah Sawah resmi dibuka untuk masyarakat. Festival rakyat pertama digelar dengan lomba tradisional, pertunjukan seni jaranan, dan bazar UMKM.
- Agustus 2025 – Festival Kemerdekaan Omah Sawah menjadi pusat perayaan HUT RI di Kediri. Ribuan warga hadir mengikuti lomba rakyat, fun race Vespa, festival layang-layang, serta bazar UMKM. Acara ini menegaskan Omah Sawah sebagai ruang silaturahmi lintas kalangan.
- April 2026 – Ruwatan Agung Jaranan Prosesi budaya sakral digelar dengan menghadirkan empat grup jaranan. Ribuan warga memadati Omah Sawah untuk mengikuti ruwatan dan pertunjukan seni maraton. Pemerintah Kota Kediri mendukung penuh acara ini sebagai bagian dari program wisata budaya.
- 2026 – Panggung Inklusif Omah Sawah mulai rutin memberi ruang bagi komunitas disabilitas dan seniman lokal. Pertunjukan musik rakyat, tari tradisional, hingga atraksi pecut digelar bergantian, yang menjadikan Omah Sawah sebagai panggung inklusif. Omah Sawah juga menjadi salah satu spot kegiatan HUT Kota Kediri ke-1147.
- 2027 – Omah Sawah ditargetkan menjadi destinasi wisata budaya unggulan Kediri, dengan agenda tahunan yang terintegrasi bersama UMKM dan komunitas kreatif.
Penulis: Hari Tri Wasono




