• Login
Bacaini.id
Friday, July 3, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kabupaten Blitar Masuk 10 Daerah Terluas Jatim, Tapi PAD Tertinggal

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
3 July 2026 19:35
Durasi baca: 4 menit
Peta Kabupaten Blitar yang masuk 10 wilayah terluas di Jawa Timur meski PAD belum termasuk terbesar

Kabupaten Blitar berada di peringkat kesembilan sebagai daerah terluas di Jawa Timur. Namun luas wilayah belum berbanding lurus dengan besarnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) (foto ilustrasi/pexels)

Poin Penting:

  • Kabupaten Blitar masuk peringkat kesembilan daerah terluas di Jawa Timur dengan luas 1.745,38 km², namun PAD-nya belum termasuk yang terbesar
  • Data BPS menunjukkan luas wilayah tidak otomatis menghasilkan pendapatan tinggi karena aktivitas ekonomi, industri, dan jasa lebih menentukan besarnya PAD
  • Surabaya menjadi contoh daerah kecil dengan PAD tertinggi, sedangkan Bojonegoro menjadi pengecualian berkat besarnya Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor migas

Bacaini.ID, KEDIRI – Kabupaten Blitar masuk 10 besar sebagai daerah terluas di Provinsi Jawa Timur. Berada di urutan kesembilan di atas Probolinggo dan di bawah Lumajang dan Lamongan, Blitar memiliki luas wilayah 1.745,38 km persegi. Kendati demikian, luasan wilayah tersebut tidak berbanding lurus dengan besarnya pendapatan asli daerah (PAD).

BACA JUGA: Rupiah Melemah, Harga Pangan Jawa Timur Stabil dan Lebih Murah

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Banyuwangi menjadi daerah terluas di Jawa Timur dengan cakupan wilayah mencapai 3.593,93 km persegi. Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Kabupaten Malang dengan 3.473,75 km persegi dan Kabupaten Jember 3.314,36 km persegi.

Dalam persepsi awam, wilayah geografis yang luas sering kali diidentikkan kekayaan yang melimpah. Logikanya, semakin luas suatu daerah, semakin banyak aset, lahan, dan potensi sumber daya alam yang bisa dikonversi menjadi pundi-pundi pendapatan daerah. Namun, apakah rumus ‘semakin luas wilayah, semakin kaya daerah’ berlaku di Jawa Timur?

Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai pemetaan wilayah dan realitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan fakta yang justru berbanding terbalik. Luas wilayah kedinasan ternyata tidak menjadi jaminan bagi tingginya pendapatan sebuah daerah.

Daftar 10 Kabupaten Terluas di Jawa Timur

Berdasarkan data BPS yang dirilis dalam peta administratif Jawa Timur, berikut 10 kota/kabupaten terluas berdasarkan cakupan wilayah.

  • Kabupaten Banyuwangi: 3.593,85 km
  • Kabupaten Malang: 3.473,75 km
  • Kabupaten Jember: 3.314,36 km
  • Kabupaten Bojonegoro: 2.312,63 km
  • Kabupaten Sumenep: 2.083,05 km
  • Kabupaten Tuban: 1.973,52 km
  • Kabupaten Lumajang: 1.796,49 km
  • Kabupaten Lamongan: 1.752,99 km
  • Kabupaten Blitar: 1.745,38 km
  • Kabupaten Probolinggo: 1.725,17 km

Namun meskipun daerah-daerah di atas memiliki wilayah yang luas, peta kekuatan ekonomi daerah berbicara lain. Juara bertahan PAD tertinggi di Jawa Timur bukanlah para raksasa geografis tersebut, melainkan Kota Surabaya.

Sebagai perbandingan yang ekstrem, Kota Surabaya hanya memiliki luas wilayah 338,05 km persegi, tidak sampai sepersepuluh dari luas wilayah Kabupaten Banyuwangi. Namun secara ekonomi, Surabaya mampu mencatatkan PAD di atas Rp5 Triliun per tahun.

Angka ini terpaut sangat jauh di atas Banyuwangi, Kabupaten Malang, maupun Jember yang rata-rata realisasi PAD-nya berada di kisaran Rp500 Miliar hingga Rp1 Triliun. Termasuk juga dengan Kabupaten Blitar yang hanya di angka Rp500-an Miliar.

Mengapa Luas Wilayah Tidak Menjamin Pendapatan Daerah Tinggi?

Ekonom regional menilai fenomena ini terjadi karena adanya perbedaan karakteristik pemanfaatan ruang ruang antara wilayah kabupaten terluas dan wilayah perkotaan (urban):

  • Dominasi Lahan Non-Komersial

Kabupaten dengan wilayah super luas seperti Banyuwangi, Malang, dan Jember memiliki sebagian besar ruang yang dialokasikan untuk fungsi konservasi dan agraris. Wilayah mereka didominasi oleh hutan lindung, taman nasional (seperti Alas Purwo dan Meru Betiri), pegunungan, serta lahan pertanian/perkebunan. Secara regulasi dan fungsi ekonomi, kawasan hijau seperti ini tidak bisa ditarik pajak industri atau retribusi komersial yang tinggi.

  • Intensitas Aktivitas Bisnis Per Meter Persegi

Berbeda dengan kabupaten luas yang bertumpu pada sektor primer (pertanian dan perkebunan), daerah seperti Kota Surabaya atau penyangga industrinya seperti Sidoarjo dan Gresik bertumpu pada sektor jasa, perdagangan, dan manufaktur. Perputaran uang pada gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan, perhotelan, pelabuhan, dan kawasan industri manufaktur jauh lebih padat dan menghasilkan pajak yang masif per meter perseginya dibandingkan satu hektare lahan padi atau hutan jati.

  • Bojonegoro: Pengecualian Berkat Kekayaan Perut Bumi

Meskipun luas wilayah daratan tidak berbanding lurus dengan pajak perkotaan, hal itu tidak berlaku bagi Kabupaten Bojonegoro yang tak hanya memiliki wilayah luas, namun juga pendapatan daerah yang melimpah.

Bukan dari pajak (PAD), namun dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sumber Daya Alam. Wilayah daratan Bojonegoro yang luas menyimpan cadangan minyak bumi raksasa (Blok Cepu). Meski kapasitas kota dan industrinya tidak sebesar Surabaya, Bojonegoro memiliki APBD yang sangat besar berkat sokongan industri migas.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

BACA JUGA: Bagikan 1 Juta Telur, Gaya Peternak Blitar Hadapi Harga Telur Anjlok dan artikel lainnya di Rubrik EKONOMI

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: blitarBPSJatimjawa timurkabupaten blitarPAD
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Petugas KAI Daop 7 Madiun menutup perlintasan liar di Talun Kabupaten Blitar menggunakan patok rel dan palang besi

KAI Daop 7 Madiun Tutup 12 Perlintasan Liar, Blitar Jadi Prioritas

Peta Kabupaten Blitar yang masuk 10 wilayah terluas di Jawa Timur meski PAD belum termasuk terbesar

Kabupaten Blitar Masuk 10 Daerah Terluas Jatim, Tapi PAD Tertinggal

Lawang Sewu Semarang yang menjadi saksi sejarah pergerakan buruh kereta api dan pusat aktivitas kaum merah pada masa kolonial Belanda

Lawatan ke Semarang, ‘Mekkahnya’ Kaum Merah dan Jejak Semaun

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In