Poin Penting:
- Ratusan sopir truk melakukan demonstrasi di Jombang dan menuntut pemecatan oknum polisi yang diduga melakukan pungli
- Massa mengerahkan 75 truk dan sempat memblokade jalan nasional dari By Pass Mojoagung menuju kantor Dishub Jombang
- Polisi berjanji mendalami laporan dugaan pungli serta berkoordinasi terkait premanisme dan kebutuhan rest area sopir
Bacaini.ID, JOMBANG – Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi besar di Jombang, Kamis (25/6/2026). Mereka menuntut pemecatan oknum polisi yang diduga melakukan pungutan liar serta meminta penindakan tegas terhadap aksi premanisme yang kerap merugikan para sopir di jalan raya.
BACA JUGA: 11 Tuntutan Demo Cipayung Plus di Blitar yang Nyaris Robohkan Pagar DPRD
Massa aksi nekat memblokade jalan nasional, termasuk mengerahkan 75 truk untuk melakukan long march dari by pass Mojoagung menuju kantor Dinas Perhubungan Pemkab Jombang. “Pecat oknum polisi yang melakukan pungli, ” tegas Supri koordinator aksi.
Aksi ratusan sopir truk diketahui dipicu dugaan praktik pungli oleh oknum polisi kepada rekan mereka yang mengalami kecelakaan dalam sebuah aksi balap liar. Yang bersangkutan ditarik sejumlah uang saat mengurus pengambilan barang bukti.
“Kami ini jadi korban akibat balap liar,” papar Supri mengeluhkan peristiwa yang terjadi.
Para sopir truk juga mengaku kerap menjadi korban aksi premanisme di jalan yang dilakukan oleh sekelompok orang maupun lembaga. Mereka menuntut kepolisian bersikap tegas, baik terhadap aksi oknum petugas maupun aksi premanisme lainnya.
Supri yang mewakili anggotanya juga meminta Dinas Perhubungan Pemkab Jombang menyediakan lokasi rest area untuk transit para sopir. Aksi yang digelar sempat memacetkan lalu lintas jalan.
Menanggapi tuntutan pendemo Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mengatakan akan melakukan pendalaman terkait laporan dugaan pungli yang melibatkan anak buahnya. “Masih kita dalami terkait laporan dugaan pungli tersebut,” ujarnya.
Sementara terkait premanisme dan kantong parkir rest area pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait penyelesaian. Masa aksi membubarkan diri usai pertemuan dengan para pihak di salah satu ruangan kantor Dinas Perhubungan.
Penulis: Syailendra
Editor: Solichan Arif
BACA JUGA: Gus Salam Ingatkan Ultimatum Mosi Tidak Percaya kepada PBNU Jika Muktamar NU Molor dan artikel lainnya di Rubrik BACA




