Poin Penting:
- Arkeolog menemukan kerangka pria 5.000 tahun di Jerman dengan tengkorak retak dan lokasi pemakaman tidak lazim
- Posisi pemakaman masih menyerupai tradisi budaya Corded Ware, tetapi dilakukan di bekas tungku pembakaran
- Temuan ini memperkuat dugaan adanya praktik ritual atau pengorbanan manusia pada masyarakat prasejarah, meski masih menunggu analisis lanjutan
Bacaini.ID, KEDIRI – Penemuan arkeologi terbaru di Jerman membuka kembali misteri lama tentang praktik tumbal manusia pada masa prasejarah. Kerangka pria berusia sekitar 5.000 tahun ditemukan terkubur secara tidak biasa di dalam bekas tungku pembakaran, lengkap dengan tanda cedera pada tengkorak yang memunculkan dugaan adanya ritual pengorbanan manusia.
BACA JUGA: Jejak Peradaban Emas di Kelurahan Kemasan Kota Kediri
Dikutip dari Live Science, kerangka berusia 5000 tahun tersebut ditemukan saat pengerjaan proyek pembangunan listrik di dekat Gerstewitz, Sachsen-Anhalt, Jerman tengah. Menurut keterangan Kantor Negara untuk Pengelolaan Warisan dan Arkeologi Sachsen-Anhalt (LDA), lokasi tersebut telah dihuni manusia selama lebih dari 6000 tahun dan terus menjadi salah satu situs penting untuk mendalami kehidupan masyarakat Eropa kuno.
Kerangka manusia tersebut berasal dari budaya Corded Ware atau ‘Budaya Tembikar Bertali’, yang tersebar di Eropa Utara dan Tengah sekitar 2900-2050 SM. Nama budaya ini diambil dari motif khas msyarakatnya yang berupa bekas tali pada permukaan tembikar buatan mereka.
Penelitian arkeologi selama beberapa dekade menunjukkan masyarakat Corded Ware memiliki tradisi pemakaman yang cukup ketat. Berdasarkan studi yang diterbitkan di Proceedings of the Prehistoric Society dan sejumlah isotop yang dirangkum oleh arkeolog Kristian Kristiansen, laki-laki dalam budaya Corded Ware dimakamkan dalam posisi meringkuk di sisi kanan tubuh, sedangkan perempuan di sisi kiri, dengan orientasi tertentu.
Kerangka yang ditemukan di Gerstewitz masih mengikuti sebagian pola tersebut, meringkuk menghadap selatan. Namun, alih-alih dimakamkan dalam liang kubur biasa atau gundukan tanah, jasad pria tersebut justru ditemukan di lubang bekas tungku pembakaran yang sebelumnya digunakan untuk membakar kayu, memasak atau membakar tanah liat. Inilah yang membuat para arkeolog menilai pemakaman tersebut tidak lazim.
Tengkorak Retak Perkuat Dugaan Kekerasan atau Ritual
Selain lokasi pemakaman yang tidak biasa, tengkorak ini menunjukkan adanya luka atau kerusakan akibat benturan. Menurut Oliver Dietrich dari LDA Sachsen-Anhalt, terdapat beberapa kemungkinan penyebab kematian. Bisa jadi karena pembunuhan, tewas dalam konflik pada Zaman Tembaga, atau bahkan menjadi bagian dari ritual pengorbanan manusia.
BACA JUGA: Mitos Siklus Minta Tumbal di Erupsi Semeru, Benarkah?
Hipotesis terakhir muncul karena lubang bekas tungku jarang digunakan sebagai tempat pemakaman manusia. Lazimnya dalam budaya pra sejarah, meskipun langka ditemukan, lubang bekas tungku berisi tulang anjing atau sapi yang diduga merupakan persembahan bagi dewa.
Meskipun demikian, para peneliti menekankan bahwa analisis laboratorium lanjutan masih diperlukan untuk memastikan penyebab kematian serta kondisi kesehatan kerangka temuan tersebut.
Ritual Pengorbanan Manusia Pernah Muncul di Banyak Peradaban
Kajian yang diterbitkan dalam jurnal Nature oleh Joseph Watts dan tim dari University of Auckland menemukan bahwa praktik tersebut pernah muncul di berbagai masyarakat tradisional dans ering dikaitkan dengan sistem sosial yang hierarkis.
Di Eropa prasejarah, bukti arkeologis mengenai ritual pengorbanan manusia telah ditemukan di sejumlah lokasi. Di kawasan Gerstewitz penemuan arkeologi yang berkaitan dengan aktivitas ritual bukan hanya kali ini. Di tahun 2024, tim LDA Sachsen-Anhalt menemukan 12 lubang yang dikelilingi parit menyerupai cincin. Di dalamnya terdapat tulang anjing, tengkorak manusia, serta bejana keramik utuh yang kemudian ditutup dengan puing-puing rumah terbakar.
Penemuan tersebut dikaitkan dengan budaya Salzmunde yang lebih tua, sekitar 3400-3050 SM. Di lokasi yang sama, arkeolog juga menemukan kerangka manusia lain yang dimakamkan dalam lubang bekas ‘oven’.
Serangkaian temuan tersebut menunjukkan bahwa wilayah Gerstewitz kemungkinan memiliki fungsi khusus selama ribuan tahun, baik sebagai pemukiman maupun tempat yang berkaitan dengan aktivitas ritual masyarakat prasejarah.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif
BACA JUGA: Mitos Politik Kediri di Munas Konbes NU, Presiden Prabowo Berani Datang? dan artikel lainnya di Rubrik TEKNO & SAINS




