Bacaini.ID, KEDIRI – Pengakuan mantan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto tentang penemuan alat sadap di mobilnya ramai dibicarakan. Pro kontra terjadi di linimasa media sosial tentang kebenaran penyadapan tersebut.
Alih-alih membicarakan testimoni Tiyo, warganet lebih tertarik membahas spesifikasi alat pelacak yang ditemukan di mobil aktivis tersebut.
Bagi yang belum faham, alat pelacak tersebut bernama PBX Finder. Perangkat mungil ini sejatinya bukanlah alat intelijen rahasia, melainkan produk komersial yang dijual bebas di pasaran.
Namun, penggunaannya dalam konteks pengawasan terhadap aktivis membuatnya menjadi isu serius yang menyentuh ranah privasi dan keamanan warga sipil.
PBX Finder adalah sebuah GPS tracker berbasis jaringan Apple Find My. Bentuknya kecil, ringan, dan dirancang agar mudah disembunyikan di barang pribadi maupun kendaraan. Perangkat ini memiliki dua varian: satu dengan baterai isi ulang melalui wireless charging, dan satu lagi menggunakan baterai koin CR2032 yang bisa diganti.
Dengan konektivitas Bluetooth, PBX Finder dapat terdeteksi oleh perangkat iPhone di sekitarnya, sehingga pemilik barang bisa mengetahui lokasi secara real-time. Desainnya sederhana, berwarna hitam, dan justru karena ukurannya yang mungil, perangkat ini bisa dipasang diam-diam tanpa mudah terlihat.
Secara resmi, PBX Finder dipasarkan untuk melacak barang-barang pribadi seperti kunci, dompet, tas, koper, hingga kendaraan. Banyak perusahaan rental mobil memanfaatkan perangkat serupa untuk memastikan armada mereka aman dari pencurian.
Harga jualnya relatif terjangkau, berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp500 ribu, dan bisa dibeli dengan mudah melalui marketplace internasional seperti Amazon atau eBay, bahkan di beberapa toko daring lokal yang menjual aksesori GPS tracker. Distribusinya bebas, tanpa pembatasan khusus, karena memang diposisikan sebagai produk konsumen.
Penulis: Hari Tri Wasono




