Poin Penting:
- Sebanyak 196 dari 248 Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Blitar telah siap beroperasi, 42 masih tahap finishing dan 10 terkendala lahan
- Bupati Blitar Rijanto menilai KDMP berperan strategis memperkuat ekonomi kerakyatan serta mendukung petani, peternak dan UMKM
- KDMP diusulkan menjadi jalur distribusi telur ayam dan produk unggulan daerah untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis serta menjaga stabilitas harga
Bacaini.ID, BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar hampir menuntaskan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dari total 248 desa dan kelurahan, sebanyak 196 KDMP telah selesai dan siap beroperasi, sementara 42 sisanya dalam tahap penyelesaian (finishing) dan 10 dalam penanganan kendala lahan.
Di depan Asisten Perencanaan Umum (Asrenum) Panglima TNI Letjen TNI Candra Wijaya dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Bupati Blitar Rijanto memaparkan perkembangan program KDMP di Kabupaten Blitar yang terus menunjukkan progres positif.
“Yang sudah selesai 100 persen sebanyak 196, kemudian 42 masih dalam tahap finishing sedangkan 10 desa masih menghadapi kendala, terutama terkait penyediaan lahan,” kata Bupati Rijanto memberikan pemaparan di acara peninjauan KDMP di Desa Jatinom Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar Jumat (12/6/2026).
Selanjutnya seluruh KDMP di Kabupaten Blitar akan didorong untuk segera beroperasi dan memberi manfaat bagi masyarakat. Juga disampaikan saat ini ada tiga KDMP sesuai verifikasi Agrinas yang sudah beroperasi. Menurut Rijanto, KDMP memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Diharapkan mampu menjadi wadah bagi petani, peternak, pelaku UMKM dan masyarakat untuk mengembangkan usaha serta memperluas akses pasar,” terang Rijanto.
KDMP dan Jalur Distribusi Produk Unggulan Daerah
Kabupaten Blitar memiliki potensi besar di sektor peternakan, utamanya produksi telur ayam yang bahkan terbesar di Jawa Timur.
Rijanto dalam dialog mengusulkan KDMP bisa menjadi jalur distribusi berbagai unggulan daerah, termasuk telur ayam dari peternak rakyat (lokal), khususnya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis. Dengan begitu harga akan lebih stabil.
“Peternak memperoleh kepastian pasar, dan kebutuhan program pemerintah dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” paparnya.
Diharapkan bukan hanya telur ayam, tapi juga berbagai hasil pertanian seperti beras, sayuran serta produk UMKM, bisa dipasarkan melalui KDMP. Hal itu akan memperkuat perputaran ekonomi di desa dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Rijanto menaruh harapan besar KDMP benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi desa, menyerap potensi lokal dan memberi manfaat masyarakat luas. Karenanya ia berharap dukungan pemerintah pusat untuk melakukan percepatan operasional di Kabupaten Blitar.
Keberhasilan KDMP kata Rijanto tidak hanya ditentukan oleh pembentukan kelembagaan. “Tetapi juga kemampuan koperasi dalam menjalankan aktivitas usaha yang produktif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)




