Poin Penting:
- Perguruan silat di Jawa Timur dan Jawa Tengah rutin menggelar tradisi bulan Suro seperti pengesahan anggota baru, tirakat, dan ziarah sesepuh
- Mobilisasi anggota dalam jumlah besar membuat aparat keamanan meningkatkan pengawasan untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung
- Tradisi bulan Suro lebih menekankan pembinaan mental-spiritual, penghormatan kepada leluhur perguruan, dan penguatan persaudaraan pesilat
Bacaini.ID, KEDIRI – Bulan Suro atau Muharram dalam Kalender Hijriah selalu menjadi momentum perguruan silat tertentu di Jawa Timur dan Jawa Tengah menggelar tradisi yang berlangsung turun-temurun. Acara yang digelar biasanya menghadirkan massa pesilat atau pendekar dalam jumlah besar.
Baca Juga:
Di wilayah Kabupaten Trenggalek misalnya, Polres setempat menyatakan akan menyiagakan 935 personel selama bulan Suro. Kepolisian mengantisipasi hal-hal yang berpotensi menimbulkan gesekan antar anggota perguruan silat. Karenanya aksi konvoi, arak-arakan, hingga provokasi di media sosial jadi atensi.
Berikut tradisi selama bulan Suro oleh sejumlah perguruan silat di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Pengesahan atau Pengukuhan Warga Baru Perguruan Silat
Banyak perguruan silat menggelar pengesahan anggota baru pada malam 1 Suro atau selama bulan Suro. Prosesi biasanya diisi dengan ujian fisik, mental, dan spiritual sesuai aturan masing-masing perguruan.
Tirakat dan Doa Bersama
Kegiatan seperti puasa, doa bersama, zikir, tahlil, atau pengajian dilakukan untuk memohon keselamatan dan keberkahan. Tujuannya memperkuat nilai moral dan spiritual para pesilat.
Ziarah Makam Pendiri atau Sesepuh Perguruan Silat
Sejumlah perguruan melakukan ziarah ke makam pendiri, guru besar, atau tokoh yang dihormati sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah organisasi.
Kirab dan Pawai Budaya
Di sejumlah daerah, anggota perguruan mengikuti kirab budaya yang menampilkan kesenian pencak silat dan tradisi lokal.
Silaturahmi dan Konsolidasi Organisasi
Bulan Suro juga menjadi momentum memperkuat persaudaraan, menyatukan anggota, serta menyampaikan pesan-pesan organisasi.
Di Jawa Timur, bulan Suro sering mendapat perhatian karena adanya mobilisasi anggota perguruan silat dalam jumlah besar untuk menghadiri pengesahan atau kegiatan organisasi. Karenanya, berbagai perguruan biasanya menandatangani komitmen menjaga keamanan dan ketertiban agar tradisi berlangsung damai. Salah satunya di Kabupaten Trenggalek.
Baca Juga:
Inti dari tradisi bulan Suro dalam perguruan silat sebenarnya bukan pada aspek mistis, melainkan penghormatan terhadap leluhur perguruan, pembinaan mental-spiritual, serta penguatan persaudaraan dan karakter pesilat.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Solichan Arif



