Bacaini.ID, TRENGGALEK – Komisi III DPRD Trenggalek menerima aduan masyarakat Desa Sengon dan Desa Ngares, Kecamatan Bendungan, terkait kerusakan infrastruktur jalan yang diduga dipicu aktivitas pertambangan dan tingginya mobilitas kendaraan berat di kawasan tersebut.
Aspirasi itu disampaikan langsung warga dalam hearing yang digelar bersama Wakil Ketua DPRD Trenggalek Arik Sri Wahyuni, Dinas PUPR, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Pertemuan berlangsung di gedung DPRD Trenggalek dengan agenda mencari solusi atas kerusakan jalan yang dikeluhkan masyarakat sejak beberapa waktu terakhir.
Wakil Ketua DPRD Trenggalek Arik Sri Wahyuni mengatakan hearing dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan dan keresahan warga terkait kondisi jalan di wilayah Bendungan yang semakin rusak.
“Masyarakat Desa Ngares dan Desa Sengon mempermasalahan infrastruktur yang saat ini mengalami kerusakan,” ujarnya.
Dalam hearing tersebut, warga menyoroti aktivitas pertambangan yang disebut masih memiliki persoalan terkait kelengkapan izin.
Selain itu, masyarakat juga meminta kejelasan tanggung jawab perusahaan terhadap dampak kerusakan jalan yang terjadi.
Menurut Arik, pemerintah daerah melalui Dinas PUPR telah menyampaikan rencana evaluasi dan perbaikan jalan yang kemungkinan direalisasikan melalui APBD Perubahan 2026 atau awal tahun anggaran 2027.
“Dari pihak OPD PUPR sudah memberi janji, semoga tidak janji manis. Katanya nanti akan dievaluasi di 2026 PAK atau awal 2027,” katanya.
Meski demikian, ia menilai kerusakan jalan tidak sepenuhnya disebabkan aktivitas tambang. Tingginya intensitas kendaraan besar dari proyek lain di kawasan tersebut juga dinilai menjadi faktor utama kerusakan jalan.
“Karena memang lalu lalangnya kendaraan besar ini sangat luar biasa. Ngisor didandani dhuwur pecah, dhuwur didandani ngisor pecah,” ungkapnya.
Dalam forum itu, pihak perusahaan tambang tidak hadir. Hal tersebut disayangkan DPRD karena dinilai penting untuk membangun komunikasi dengan warga dan memberikan penjelasan terkait persoalan yang terjadi.
Arik menegaskan DPRD akan terus mengawal aspirasi masyarakat hingga ada kepastian perbaikan jalan di wilayah Bendungan.
“Dengan adanya janji itu, dewan akan memantau. Saya ngawal karena memang ini dapil saya,” pungkasnya.(aby/adv)





