Bacaini.ID, TRENGGALEK – Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mengajak kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk terus menjadi agen perubahan sekaligus pengontrol jalannya pemerintahan daerah. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan Pengurus Cabang (PC) PMII Trenggalek masa khidmat 2026-2027 di Gedung NU Trenggalek, Minggu (24/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Beni Kusuma Wardani resmi dilantik sebagai Ketua PC PMII Trenggalek bersama jajaran pengurus baru. Pelantikan dihadiri sejumlah tokoh organisasi, mahasiswa, dan unsur pemerintahan daerah.
Doding Rahmadi berharap kepengurusan baru PMII mampu membawa organisasi semakin aktif memperjuangkan kepentingan masyarakat serta berani memberikan kritik dan masukan terhadap kebijakan pemerintah.
“Kita mengucapkan selamat kepada sahabat Beni dan rekan-rekan pengurus PC PMII Kabupaten Trenggalek yang baru. Kita berharap untuk PC PMII ke depan itu semakin bagus, semakin maksimal dalam memperjuangkan masyarakat dan rakyat,” ujarnya.
Menurut Doding, mahasiswa memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi karena menjadi kelompok yang aktif mengawal perubahan sosial maupun kebijakan publik. Ia menyebut mahasiswa selama ini dikenal kritis dalam mengkaji berbagai aturan yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat.
“Mahasiswa itu adalah agen perubahan. Jadi perubahan pemikiran, perubahan paradigma, perubahan aturan-aturan,” katanya.
Politikus PDI Perjuangan itu juga menegaskan DPRD Trenggalek terbuka terhadap berbagai kritik dan masukan dari mahasiswa maupun masyarakat umum. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi selama disampaikan sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Kita di DPRD Kabupaten Trenggalek sangat terbuka sekali kalau untuk rekan-rekan mahasiswa. Apapun masukan untuk pemerintahan kita yang lebih baik dan sebagainya, kita selalu siap,” jelasnya.
Ia pun menepis anggapan bahwa pemerintah anti kritik. Menurutnya, kontrol sosial sangat diperlukan agar kebijakan yang dibuat pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Pemerintah itu kalau tidak ada yang mengingatkan, tidak ada kontrolnya, akhirnya tidak punya pertimbangan. Kadang-kadang antara konsep yang dibuat dan kondisi di lapangan belum tentu sinkron,” ujarnya.
Karena itu, Doding berharap PMII bersama kelompok masyarakat lainnya terus aktif mengawasi jalannya pemerintahan demi terciptanya kebijakan yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Yang merasakan hasil akhirnya kan rakyat. Sehingga semua program bisa berjalan maksimal,” pungkasnya.(aby/adv)





