Poin Penting:
- Produsen tahu di Trenggalek mengecilkan ukuran produksi akibat harga kedelai naik dari Rp8.500 menjadi Rp10.500 per kilogram
- Pengurangan bahan baku dilakukan agar harga jual tahu tetap Rp1.000 per biji dan tidak memberatkan pembeli
- Pelanggan sempat mengeluh ukuran tahu lebih kecil, namun akhirnya memahami kondisi kenaikan bahan baku
Bacaini.ID, TRENGGALEK – Para produsen tahu skala kecil di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur mulai mengecilkan ukuran produksinya lantaran terimbas naiknya harga kedelai akibat melemahnya nilai tukar rupiah.
Baca Juga:
Diungkapkan Masrur, salah satu produsen tahu asal Desa Sumbergayam, Kecamatan Durenan yang mengatakan mengecilkan ukuran tahu jadi solusi bertahan. Sebab ongkos produksi telah naik tajam.
“Kalau harga dinaikkan di pasar susah, jadi jalan keluarnya ya ukuran tahunya dikurangi,” tutur Masrur kepada wartawan Rabu (20/5/2026).
Saat ini harga kedelai naik menjadi Rp10.500 per kg dari sebelumnya Rp 8.500. Dengan naiknya harga kedelai, bahan baku dikurangi dari sebelumnya 14 kg untuk sekali produksi menjadi 12 kg, dan itu bikin susut ukuran tahu sekitar setengah sentimeter. Usaha sejak 2010 tersebut butuh 150-200 kilogram kedelai per hari.
Menurut Masrur, untuk sekali produksi dihasilkan 230 biji tahu mentah yang dibandrol Rp1000 per biji, dengan proses masak hingga 12 kali. Semua produknya dipasarkan di wilayah Pasar Bandung pada dini hari.
Masrur mengaku sempat mendapat keluhan dari pelanggan ketika ukuran tahu berubah lebih kecil. Namun mereka kemudian memahami kondisi kenaikan harga bahan baku.
“Awalnya memang banyak yang komplain, tapi setelah dijelaskan mereka akhirnya mengerti,” pungkasnya.
Penulis: Aby Kurniawan
Editor: Solichan Arif





