Bacaini.ID, KEDIRI – Memilih daycare yang aman untuk anak kini menjadi perhatian serius setelah kasus kekerasan di beberapa kota. Psikolog dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya legalitas, transparansi, rasio pengasuh, serta keamanan fisik dan emosional anak sebagai faktor utama.
Kasus seperti Daycare Little Aresha di Yogyakarta menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak sering terjadi karena lemahnya sistem pengawasan dan kurangnya kompetensi pengasuh. Psikolog menekankan bahwa daycare bukan sekadar tempat penitipan, tetapi ruang tumbuh kembang kedua bagi anak. Lingkungan yang tidak aman dapat menimbulkan trauma jangka panjang, gangguan kepercayaan, dan kecemasan sosial.
Menurut psikolog klinis Devi Yanti, M.Psi. dan rekomendasi IDAI, daycare yang aman harus memenuhi empat prinsip dasar:
Legalitas dan izin operasional
Pastikan daycare terdaftar resmi di dinas terkait. Daycare ilegal berisiko tinggi karena tidak memiliki pengawasan dan standar pengasuhan yang jelas.
Transparansi pengelola
Daycare profesional terbuka terhadap kunjungan orang tua dan menyediakan akses CCTV yang bisa dipantau langsung. Transparansi membangun kepercayaan dan mencegah praktik tersembunyi.
Rasio pengasuh-anak ideal
- Anak <2 tahun: 1 pengasuh untuk 3 anak
- Usia 2–3 tahun: 1 pengasuh untuk 5 anak
- Usia 4–5 tahun: 1 pengasuh untuk 7 anak
Rasio ini memastikan perhatian dan pengawasan optimal.
Keamanan fisik dan lingkungan
Lingkungan harus bebas sudut tajam, stop kontak tertutup, tangga berpagar, serta area bermain berlantai empuk. Kebersihan dan higienitas dapur juga wajib terjaga.
Langkah Praktis bagi Orang Tua
Lakukan riset sejak dini. Mulailah mencari daycare minimal enam bulan sebelum anak dititipkan agar bisa membandingkan dan melakukan kunjungan langsung.
Periksa latar belakang pengasuh. Pastikan mereka memiliki pelatihan PAUD atau psikologi anak, serta rekam jejak bersih dari kekerasan.
Amati interaksi langsung. Saat survei, perhatikan apakah pengasuh responsif, sabar, dan tidak membentak anak.
Tinjau sistem keamanan dan SOP darurat. Daycare harus memiliki prosedur jelas untuk menghadapi situasi darurat seperti kebakaran atau anak tersedak.
Cek ulasan dan reputasi. Gunakan Google Maps atau komunitas parenting untuk menelusuri pengalaman orang tua lain.
Kasus seperti Daycare Little Aresha di Yogyakarta menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak sering terjadi karena lemahnya sistem pengawasan dan kurangnya kompetensi pengasuh. Psikolog menekankan bahwa daycare bukan sekadar tempat penitipan, tetapi ruang tumbuh kembang kedua bagi anak. Lingkungan yang tidak aman dapat menimbulkan trauma jangka panjang, gangguan kepercayaan, dan kecemasan sosial.
Penulis: Hari Tri Wasono





