• Login
Bacaini.id
Wednesday, April 22, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Ketegangan Selat Hormuz Meningkat, Dunia Hadapi Risiko Krisis Energi

ditulis oleh Redaksi
22 April 2026 11:51
Durasi baca: 3 menit
Pengisian tangki BBM di SPBU. Foto: Pertamina

Pengisian tangki BBM di SPBU. Foto: Pertamina

Bacaini.ID, JAKARTA — Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah Amerika Serikat dan Iran terlibat dalam serangkaian aksi militer di laut. Situasi ini memicu kekhawatiran baru terhadap pasokan energi global dan berpotensi berdampak langsung pada negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia.

Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi dunia, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati kawasan tersebut setiap harinya. Eskalasi konflik terbaru menyebabkan puluhan kapal tertahan, gangguan pengiriman, serta lonjakan harga minyak mentah di pasar internasional.

Konflik Berawal dari Operasi Militer

Krisis ini berakar pada serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dilakukan pada 28 Februari 2026. Menanggapi serangan tersebut, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sempat menutup Selat Hormuz, menghentikan distribusi jutaan barel minyak per hari dan menciptakan tekanan besar pada pasokan energi dunia.

Upaya diplomasi sempat dilakukan pada awal April melalui perundingan yang dimediasi Amerika Serikat. Gencatan senjata sementara berhasil dicapai, namun tak berlangsung lama. Perundingan kembali menemui jalan buntu setelah Iran mengajukan tuntutan ekonomi dan pengelolaan tertentu di Selat Hormuz, yang ditolak Washington.

Iran pada 17 April sempat mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz. Pengumuman tersebut membuat harga minyak global turun signifikan. Namun, hanya berselang sehari, Teheran kembali menyatakan penutupan selat sebagai respons terhadap blokade angkatan laut Amerika Serikat yang dinilai masih berlangsung.

Insiden Kapal Perdagangan

Ketegangan meningkat pada 19 dan 20 April dengan terjadinya sejumlah insiden keras di laut. Beberapa kapal komersial dilaporkan menjadi sasaran serangan di sekitar Selat Hormuz.

Pada Sabtu (19/4), sebuah kapal tanker diserang kapal cepat IRGC. Di hari yang sama, sebuah kapal kontainer dilaporkan terkena proyektil dengan sumber tembakan yang belum dipastikan. Insiden paling serius terjadi keesokan harinya ketika kapal kontainer Touska ditembak oleh kapal perusak Amerika Serikat setelah dinilai mengabaikan peringatan radio. Kapal tersebut kemudian dikuasai dan diperiksa oleh pasukan AS.

Rangkaian kejadian ini memicu lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak mentah AS (WTI) naik hampir tujuh persen, sementara harga Brent melonjak lebih dari lima persen dalam satu hari perdagangan.

Puluhan Kapal Tertahan

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melaporkan bahwa selama sepekan terakhir sedikitnya 27 kapal telah dipaksa berbalik arah atau kembali ke pelabuhan Iran. Kondisi ini membuat banyak perusahaan pelayaran memilih menghindari jalur Selat Hormuz karena meningkatnya risiko keamanan.

Iran merespons penyanderaan kapal Touska dengan peringatan akan mengambil langkah balasan, yang semakin memperbesar kemungkinan eskalasi militer terbuka di kawasan.

Pasar Energi Dunia Bergejolak

Ketegangan di Timur Tengah langsung tercermin pada pasar keuangan global. Harga minyak bergerak sangat fluktuatif, sementara pasar saham dunia cenderung melemah setiap kali muncul kabar insiden baru di Selat Hormuz.

Amerika Serikat berupaya meredam lonjakan harga dengan mengeluarkan sejumlah kebijakan darurat, termasuk pelonggaran sanksi energi tertentu dan pemberian izin sementara kepada beberapa negara untuk mengamankan pasokan minyak alternatif.

Dampak ke Indonesia

Bagi Indonesia, situasi di Selat Hormuz menjadi perhatian serius. Sebagai negara pengimpor minyak, gangguan pada jalur ini berpotensi memengaruhi ketersediaan dan harga energi domestik. Selain itu, meningkatnya aktivitas militer di Selat Malaka, yang merupakan jalur alternatif utama dikhawatirkan dapat memperparah gangguan distribusi.

Berdasarkan analisis terbaru, cadangan bahan bakar nasional diperkirakan hanya mencukupi kebutuhan sekitar tiga pekan dalam kondisi normal. Jika gangguan pengiriman berlanjut, tekanan terhadap cadangan energi nasional dapat mulai terasa dalam beberapa minggu ke depan.

Krisis Belum Menemukan Jalan Keluar

Hingga kini belum ada tanda-tanda penyelesaian konflik dalam waktu dekat. Amerika Serikat masih mempertahankan blokade laut, sementara Iran terus mengancam penutupan penuh Selat Hormuz.

Ketidakpastian ini membuat pasar energi global tetap berada dalam tekanan dan meningkatkan risiko terhadap stabilitas ekonomi negara-negara importir minyak. Pemerintah di berbagai negara, termasuk Indonesia, diminta bersiap mengantisipasi dampak lanjutan dari krisis geopolitik yang belum menunjukkan tanda mereda ini.

Penulis: Danny Wibisono
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Amerika Serikatirankrisis energiselat hormuz
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

warga ngaringan terdampak limbah ayam

DPRD Blitar di Depan Masalah Limbah Peternakan Ayam Terlihat Lemah

Pengisian tangki BBM di SPBU. Foto: Pertamina

Ketegangan Selat Hormuz Meningkat, Dunia Hadapi Risiko Krisis Energi

Limbah kotoran ayam di peternakan Blitar yang menimbulkan bau menyengat

Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah di Blitar Kembali Meresahkan

  • Alun-alun Kota Kediri yang mangkrak dan Kepala Dinas PUPR Endang Kartika Sari.

    Pemkot Kediri Tak Punya Strategi Lanjutkan Proyek Alun-alun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemblokiran TPA Klotok Picu Krisis Sampah di Kota Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pj. Sekda Kota Kediri Segera Diganti, Ditunjuk dari Pemkot Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In