• Login
Bacaini.id
Friday, June 5, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Daop 7 Madiun Catat 3 Juta Penumpang di Awal 2026, Kereta Jadi Solusi Tekan Emisi Karbon

3 juta orang sudah beralih ke kereta—lebih hemat, lebih cepat, dan terbukti tekan emisi karbon dibanding kendaraan pribadi

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
20 April 2026 21:23
Durasi baca: 3 menit
Penumpang kereta api padat di awal 2026

Suasana stasiun ramai penumpang (foto/ist)

Poin Penting:

  • Daop 7 Madiun mencatat 3.017.881 penumpang pada triwulan I 2026
  • Kereta api dinilai lebih efisien dan menghasilkan emisi karbon lebih rendah dibanding mobil dan motor
  • KAI menggunakan Biosolar B40 sebagai bagian dari komitmen menuju Net Zero Emission 2060

Bacaini.ID, BLITAR – PT KAI Daop 7 Madiun mencatatkan jumlah penumpang atau pelanggan dalam triwulan pertama Tahun 2026 sebanyak 3 juta pelanggan atau tepatnya 3.017.881 pelanggan.

Baca Juga:

  • Data Terbaru Tiket KA Lebaran 2026: Daop 7 Madiun Catat 19.110 Penumpang

Penggunaan kereta api terbukti membantu menekan potensi pelepasan emisi karbon ke atmosfer dibandingkan jika jutaan orang tersebut menggunakan kendaraan pribadi. 

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan, 5 perjalanan KA Jarak Jauh (KAJJ) keberangkatan awal dari Daop 7 Madiun selama triwulan I Tahun 2026 atau 450 perjalanan KAJJ terbukti lebih efisien.

Pada jangka waktu yang sama perjalanan dengan motor (R2) diketahui membutuhkan sebanyak 2.011.921 perjalanan dan untuk mobil (R4) sebanyak 1.005.960 perjalanan.

Dengan demikian kereta api merupakan solusi mobilitas massa yang paling tepat di tengah tantangan iklim saat ini.

“Dengan kapasitas angkut yang besar, BBM subsidi yang kami kelola secara akuntabel mampu memberikan manfaat maksimal bagi lingkungan,” ujar Tohari Senin (20/4/2026).

Kereta api dengan optimalisasi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang terukur telah membuktikan sebagai moda transportasi massal yang jauh lebih efisien dan ramah lingkungan ketimbang kendaraan pribadi.

Langkah ini kata Tohari merupakan bagian dari Green Movement Program KAI Group, sebuah inisiatif strategis yang mengedepankan budaya perusahaan berorientasi keberlanjutan (sustainability).

“Ini untuk menekan emisi karbon nasional secara signifikan,” jelasnya.

Efisiensi Energi dan Kontribusi Lingkungan

Tohari juga menjelaskan bahwa efisiensi kereta api terletak pada kemampuannya mengangkut penumpang dalam jumlah besar dalam satu waktu. Hal ini secara otomatis menurunkan jejak karbon per individu secara drastis. 

Berdasarkan estimasi rata-rata emisi, kereta api hanya menghasilkan sekitar 15-40 gram CO2 per penumpang-kilometer, jauh di bawah mobil pribadi yang mencapai sekitar 120-250 gram CO2 per penumpang-kilometer atau motor (R2) sekitar 50-90 gram CO2 per penumpang–kilometer.

Kemudian sebagai bagian dari komitmen mendukung target Net Zero Emission 2060, seluruh armada diesel di wilayah Daop 7 Madiun telah sepenuhnya menggunakan Biosolar B40 (campuran 60% solar dan 40% biodiesel).

“Penggunaan bahan bakar ini tidak hanya menekan konsumsi energi, tetapi juga menghasilkan emisi gas buang yang lebih bersih dan lebih mudah terurai secara alami,” jelasnya.

Ajakan Beralih ke Transportasi Publik

KAI Daop 7 Madiun mengajak masyarakat untuk semakin aktif memilih kereta api sebagai moda transportasi utama untuk perjalanan jarak menengah maupun jauh.

“Selain terbebas dari kemacetan dan lebih tepat waktu, masyarakat secara langsung telah berpartisipasi dalam aksi nyata menurunkan polusi udara dan menjaga keberlangsungan lingkungan bagi generasi mendatang,” pungkas Tohari.

Seperti diketahui, melalui pengelolaan energi yang transparan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan dukungan skema Public Service Obligation (PSO), KAI memastikan tarif tetap ekonomis tanpa mengurangi kualitas layanan dan komitmen terhadap kelestarian bumi.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: Daop 7 Madiunemisi karbonKAIKereta Apitransportasi publik
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kapolres Blitar membantah isu Wakapolres diduga menganiaya ajudan

Wakapolres Blitar Dikabarkan Aniaya Ajudan, Kapolres: Tidak Ada Nih

Agustina Arumsari, Ak., M.H. . Foto: istimewa

Auditor Senior Awasi 4 Pos Anggaran MBG Yang Rawan Bocor

In this pool photograph distributed by the Russian state agency Sputnik, Russia's President Vladimir Putin meets with Belgorod Region Governor in Moscow on July 11, 2025. (Photo by Mikhail METZEL / POOL / AFP) (Photo by MIKHAIL METZEL/POOL/AFP via Getty Images)

Strategi Putin Mengendalikan Oligarki Rusia

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In