Poin Penting:
- Daop 7 Madiun mencatat 3.017.881 penumpang pada triwulan I 2026
- Kereta api dinilai lebih efisien dan menghasilkan emisi karbon lebih rendah dibanding mobil dan motor
- KAI menggunakan Biosolar B40 sebagai bagian dari komitmen menuju Net Zero Emission 2060
Bacaini.ID, BLITAR – PT KAI Daop 7 Madiun mencatatkan jumlah penumpang atau pelanggan dalam triwulan pertama Tahun 2026 sebanyak 3 juta pelanggan atau tepatnya 3.017.881 pelanggan.
Baca Juga:
Penggunaan kereta api terbukti membantu menekan potensi pelepasan emisi karbon ke atmosfer dibandingkan jika jutaan orang tersebut menggunakan kendaraan pribadi.
Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan, 5 perjalanan KA Jarak Jauh (KAJJ) keberangkatan awal dari Daop 7 Madiun selama triwulan I Tahun 2026 atau 450 perjalanan KAJJ terbukti lebih efisien.
Pada jangka waktu yang sama perjalanan dengan motor (R2) diketahui membutuhkan sebanyak 2.011.921 perjalanan dan untuk mobil (R4) sebanyak 1.005.960 perjalanan.
Dengan demikian kereta api merupakan solusi mobilitas massa yang paling tepat di tengah tantangan iklim saat ini.
“Dengan kapasitas angkut yang besar, BBM subsidi yang kami kelola secara akuntabel mampu memberikan manfaat maksimal bagi lingkungan,” ujar Tohari Senin (20/4/2026).
Kereta api dengan optimalisasi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang terukur telah membuktikan sebagai moda transportasi massal yang jauh lebih efisien dan ramah lingkungan ketimbang kendaraan pribadi.
Langkah ini kata Tohari merupakan bagian dari Green Movement Program KAI Group, sebuah inisiatif strategis yang mengedepankan budaya perusahaan berorientasi keberlanjutan (sustainability).
“Ini untuk menekan emisi karbon nasional secara signifikan,” jelasnya.
Efisiensi Energi dan Kontribusi Lingkungan
Tohari juga menjelaskan bahwa efisiensi kereta api terletak pada kemampuannya mengangkut penumpang dalam jumlah besar dalam satu waktu. Hal ini secara otomatis menurunkan jejak karbon per individu secara drastis.
Berdasarkan estimasi rata-rata emisi, kereta api hanya menghasilkan sekitar 15-40 gram CO2 per penumpang-kilometer, jauh di bawah mobil pribadi yang mencapai sekitar 120-250 gram CO2 per penumpang-kilometer atau motor (R2) sekitar 50-90 gram CO2 per penumpang–kilometer.
Kemudian sebagai bagian dari komitmen mendukung target Net Zero Emission 2060, seluruh armada diesel di wilayah Daop 7 Madiun telah sepenuhnya menggunakan Biosolar B40 (campuran 60% solar dan 40% biodiesel).
“Penggunaan bahan bakar ini tidak hanya menekan konsumsi energi, tetapi juga menghasilkan emisi gas buang yang lebih bersih dan lebih mudah terurai secara alami,” jelasnya.
Ajakan Beralih ke Transportasi Publik
KAI Daop 7 Madiun mengajak masyarakat untuk semakin aktif memilih kereta api sebagai moda transportasi utama untuk perjalanan jarak menengah maupun jauh.
“Selain terbebas dari kemacetan dan lebih tepat waktu, masyarakat secara langsung telah berpartisipasi dalam aksi nyata menurunkan polusi udara dan menjaga keberlangsungan lingkungan bagi generasi mendatang,” pungkas Tohari.
Seperti diketahui, melalui pengelolaan energi yang transparan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan dukungan skema Public Service Obligation (PSO), KAI memastikan tarif tetap ekonomis tanpa mengurangi kualitas layanan dan komitmen terhadap kelestarian bumi.
Penulis: Solichan Arif





