Bacaini.ID, JAKARTA – Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) menggelar konferensi internasional bertajuk “Communication for Prosperity: Navigating Digital Inclusivity as a Catalyst for Economic Resilience”.
Forum ini mempertemukan akademisi nasional dan internasional, peneliti, pembuat kebijakan, profesional media, hingga mahasiswa dalam satu ruang dialog global yang membahas peran strategis komunikasi dalam membangun inklusivitas digital.
Narasumber yang hadir antara lain Direktur Operasional PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Sunar Basuki, SE.,Ak.,MBA, Kepala Badan Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, M.A., M.Phil., Tamara Klicek, PhD dari National Taipei University, Mohd Yusof Zulkefli dari University Teknologi MARA, Dr. Mohd Yusof Zulkefli dari Universiti Teknologi MARA, Malaysia, Danil Olegovich Belous dari TOMSK University, Rusia, serta Prof. Dr. Atwar Bajari dari Universitas Padjadjaran, Indonesia.
Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Universitas Al-Azhar Indonesia, Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D, mengatakan konferensi ini tidak hanya berfokus pada pertukaran gagasan, tetapi juga diarahkan pada penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis riset yang dapat memperkuat literasi digital serta mendukung stabilitas ekonomi jangka panjang.
Konferensi ini sekaligus menjadi tonggak penting bagi Program Magister Ilmu Komunikasi UAI dalam memperkuat posisinya sebagai pusat unggulan riset komunikasi kontekstual di tingkat global. Mengangkat isu inklusivitas digital, forum ini hadir sebagai jawaban atas tantangan era transformasi digital yang berpotensi memperlebar kesenjangan sekaligus membuka peluang baru bagi ketahanan ekonomi masyarakat.
“Kesenjangan digital harus ditangani secara komprehensif, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui strategi komunikasi yang inklusif. Transformasi digital harus menjadi jembatan, bukan jurang. Karena itu komunikasi memiliki peran kunci untuk memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat dapat mengakses, memahami, dan memanfaatkan teknologi secara adil,” katanya saat membuka konferensi, Rabu, 15 April 2026 di kampus UAI.

Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kementerian Perdagangan, Bayu Wicaksono Putro, S.T.,M.A., selaku keynote speaker menyampaikan bahwa inklusi digital merupakan pendorong ketahanan ekonomi. Hal menyebabkan adanya tantangan perdagangan global sehingga pasar domestic harus dilindingi untuk mendorong produk lokal mampu menembus pasar dunia.
Dalam kesempatan yang sama, Magister Ilmu Komunikasi UAI secara resmi meluncurkan Journal of Contextual Communication sebagai platform akademik untuk memperkuat kajian komunikasi berbasis konteks sosial dan teknologi. Kehadiran jurnal ini diharapkan mampu menjadi rujukan global dalam pengembangan ilmu komunikasi yang adaptif terhadap dinamika jaman.
Sebagai institusi pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam moderat dengan kemajuan ilmu pengetahuan, Universitas Al Azhar Indonesia terus berupaya menghadirkan inovasi akademik yang berdampak nyata.
Melalui konferensi ini, UAI menegaskan perannya dalam mendorong komunikasi yang inklusif sebagai fondasi menuju kemakmuran bersama dan ketahanan ekonomi global. Konferensi Communication for Prosperity tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga panggilan aksi untuk memastikan bahwa transformasi digital baik di Indonesia maupun dunia dalam rangka mewujudkan masyarakat inklusif, berdaulat, dan berkelanjutan.
Penulis: Hari Tri Wasono





