Bacaini.ID, KEDIRI – Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menghadiri Peresmian SPPG NU dan Business Matching Supply Chain MBG (Badan Usaha Milik Pesantren dan NU). Acara berlangsung di area Pondok Pesantren Lirboyo, Selasa (14/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pemenuhan gizi yang optimal, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan isu gizi.
Dalam kegiatan ini terdapat 27 SPPG TKA PBNU tahap ke-5 yang diresmikan. Termasuk SPPG Kota Kediri Mojoroto Lirboyo 3. Ada pula penandatanganan perjanjian kerjasama Jasa Layanan Perbankan Syariah antara PT. Bank Syariah Indonesia dan SPPG Lirboyo.
Gus Qowim mengungkapkan Pemerintah Kota Kediri menyambut baik acara yang terselenggara hari ini. Keberadaan SPPG sangat strategis, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Sehingga terwujud cita-cita Indonesia Emas di tahun 2045. “Tadi juga ada penjelasan yang menarik ketika ada keluhan masyarakat mengenai menu MBG justru sebenarnya masyarakat sudah sadar mengenai makanan bergizi yang baik. Jadi kalau ada yang kurang atau tidak sesuai pasti langsung lapor. Tentu ini jadi perhatian kita bersama di Kota Kediri untuk mampu memberikan yang terbaik sehingga terwujud generasi yang berkualitas,” ungkapnya.
Ketua Umum PBNU, KH.Yahya Cholil Staquf menjelaskan PBNU menargetkan pembangunan lebih dari 1.000 titik SPPG untuk mendukung program prioritas pemerintah. Saat ini yang telah beroperasi sudah lebih dari 250 SPPG. Sasaran di Lirboyo sendiri ada sekitar 52 ribu santri. Sehingga dibutuhkan 15 hingga 20 SPPG dan saat ini baru 2 SPPG yang berjalan. “Kita sudah bicara dengan Wakil Kepala BGN dan beliau mengatakan nanti kita coba dorong akselerasi kalau bisa enam lagi. Selain untuk MBG diharapkan SPPG bisa menjadi simpul-simpul dari inisiatif ketahanan pangan masyarakat,” jelasnya.
Wakil Kepala BGN Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya menambahkan program Makan Bergizi Gratis ini memiliki dampak yang luas. Program ini memberikan asupan gizi kepada generasi penerus. Seperti kelompok rentan, yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Serta untuk peserta didik, termasuk di pondok pesantren. Program ini tidak hanya pada pemenuhan gizi tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat. “Kegiatan di Ponpes Lirboyo seperti hari ini bagus tidak hanya peresmian SPPG tetapi juga business matching dan edukasi literasi keuangan syariah. Program MBG ini dampaknya luas sebanyak 1,2 juta masyarakat sudah bekerja di SPPG. Penerima manfaat sudah mencapai 62 juta jiwa,” imbuhnya.
Turut hadir, tokoh agama di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo, Ketua Tim Koordinasi dan Akselerasi Program MBG Alissa Wahid, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen (PEPK) OJK Dicky Kartikoyono, Ketua PCNU Kota Kediri KH.Abu Bakar Abdul Jalil, Rais Syuriah PCNU Kota Kediri KH.Abu Bakar Abdul Qodir, jajaran OJK dan tamu undangan lainnya.





